Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Pedagang Nasi Babi Guling Cemas
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Setelah peternak Babi mengaku cemas akan munculnya Flu Babi, kini, giliran pedagang nasi babi guling menyatakan kecemasannya.Salah satu pedagang yang mengaku cemas adalah pedagang nasi babi guling Ibu Oka yang terletak di jalan Sweta persis di depan Puri Ubud. Pemiliknya, A.A Oka Suci mengaku cemas dengan munculnya flu babi ini.
Meski cemas, hingga kini Oka mengaku omzet dagangannya tak turun, malahan meningkat tajam.“ Semula kami biasanya memotong 6 ekor babi per hari , kini 7 babi, “ jelasnya ketika ditemui di warung makannya di Mas, Ubud.
Sambung Ibu Oka, demikian akrab disapa, dirinya tak memungkiri begitu banyak pengunjung menanyakan masalah ini. Tetapi dirinya jelaskan apa adanya, karena memang di Bali belum sampai ada yang terkena penyakit ini.
“ Babi yang kami sembelih semuanya bersih-bersih dan terjamin, untuk itu konsumen percaya untuk mencicipinya,“ ungkapnya.Yacobus, salah satu warga Belanda penggemar babi guling, ketika dimintai keterangan masalah flu babi mengaku tak peduli.
“ Babi guling ada di mana-mana, rasanya enak, saya suka, saya tak peduli flu babi, “ ucapnya ketika ditemui usai santap siang di warung Ibu Oka.
Reporter: bbn/art
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2956 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2019 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun