Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Pembangunan Lapas Narkoba Molor Terus
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kantor Wilayah Hukum dan Ham Bali memastikan untuk tetap membangun lembaga pemasyarakatan (lapas) khusus Narkoba. Rencana pembangunan Lapas Narkoba yang dirancang sejak 5 tahun lalu hingga kini belum terealisasi, karena terganjal masalah ketersediaan lahan.
Kadiv Lapas Kanwil Hukum dan HAM Bali Syamsuri pada keteranganya di Sanur (30/4) menyatakan keputusan pembangunan lapas narkoba sudah final. Menurut Syamsuri permasalahan permbangunan lapas narkoba saat ini masih terganjal pada masalah lahan yang menjadi tempat pembangunan lapas.
Syamsuri menegaskan, proses pembangunan lapas narkoba masih dalam tahap awal. Kendati sebelumnya terdapat rencana untuk membangun lapas narkoba di Kabupaten Bangli.
“Ini baru tahap awal, karena masih memerlukan tahap-tahap lanjutan untuk pembahasan. Sekarang saja baru ada usaha untuk pengadaan tanah dulu,” kata Syamsuri
Kadiv Lapas Kanwil Hukum dan HAM Bali Syamsuri menambahkan lapas narkoba sangat diperlukan karena secara umum lapas di Bali mengalami over kapasitas.
Dimana dari sekitar 1600 narapidana dan tahanan yang ada dilembaga pemasyarakatan di Bali 450 orang diantaranya merupakan narapidana atau tahanan narkoba.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2959 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2020 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1811 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun