Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Bupati Cok Ace Ikut Semprot Kucit
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Upaya mencegah penularan virus flu babi di Bali makin gencar dilakukan. Di Kabupaten Gianyar ratusan babi milik peternak hari ini (8/5) disemprot cairan desinfektan. Bupati Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati yang akrab disapa Cok Ace turun langsung ke peternakan dan ikut menyemprot kucit atau babi dengan cairan desinfektan.
Upaya penyemprotan ternak babi dengan cairan desinfektan antara lain dilakukan di sebuah peternakan di Desa Puhu Payangan Gianyar. Di tempat ini, Dinas Peternakan Gianyar melakukan penyemprotan terhadap ratusan ternak babi yang ada.
Ternak babi yang disemprot di tempat ini terdiri dari dua jenis yakni babi asli Bali dan babi Landrase (lendris). Selain melakukan penyemprotan desinfektan, sejumlah dokter hewan juga melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap babi-babi yang ada di tempat ini.
“Selain untuk mencegah penularan virus flu babi, upaya penyemprotan ini juga sekaligus sosialisasi bahwa virus flu babi belum dijumpai di Indonesia dan Bali pada khususunya. Ini untuk menghilangkan kecemasan para peternak,†jelas Dewa Amerta, Kadis Peternakan Gianyar.“Hingga saat ini, upaya penyemprotan sudah dilakukan di 3 Kecamatan yakni Ubud, Payangan, dan Tegalalang,†imbuhnya.
Reporter: bbn/art
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2960 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2020 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1811 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun