Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
1 Warga Belanda Dicurigai Suspect Flu Babi
BERITABALI.COM, BADUNG.
Satu orang penumpang pesawat Malaysia Airlines, yang baru tiba di Bandara Ngurah Rai Bali siang ini dicurigai terkena virus flu babi. Penumpang asal Amsterdam Belanda ini langsung dievakuasi ke RSUP Sanglah Denpasar.
Menurut General Manager Bandara Ngurah rai Bali, Heru Legowo, pesawat Malaysia Airlines ini tiba di Bandara Ngurah Rai Bali sekitar pukul 12.48 Wita. Sebelumnya, pesawat yang terbang dari Amsterdam Belanda ini sempat transit di Kualalumpur Malaysia.
"Di pesawat, penumpang wanita bernama Maaike Vandorssen ini sempat muntah-muntah dan bersuhu tubuh tinggi. Kondisi kesehatan penumpang ini kemudian dilaporkan ke pilot pesawat. Setibanya di Ngurah Rai, penumpang ini langsung diamankan ke rumah sakit lapangan khusus flu babi di airside, dan selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Sanglah Denpasar,” jelas Heru.
Pesawat Malaysia Airlines yang mengangkut penumpang ini juga langsung dipisahkan dari pesawat lainnya dan ditempatkan di Gate 18 Bandara Ngurah Rai. Sementara 136 penumpang lainnya diperbolehkan pulang dan tidak dikarantina. Mereka hanya melewati thermal scanner dan body cleaner yang ada di terminal kedatangan.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2956 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2019 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun