Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Sodik Cabuli Anak Tirinya yang Masih Bocah
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pelecehan seksual yang dilakukan Sodik Ali (39), terhadap anak tirinya, berinisial KD AP, tuntas sudah. Jajaran Poltabes Denpasar menangkap Sodik Ali di rumahnya di kawasan Gatsu Denpasar. Tersangka mengakui telah melakukan perbuatan tak senonoh itu sejak tahun 2005.
Pahumas Poltabes Denpasar Kompol Ketut Suwetra. Menerangkan, tersangka ditangkap setelah korbannya melapor ke Poltabes Denpasar, 6 Mei lalu.
“Setelah dilapor, jajaran buser Poltabes menangkap bapak tirinya. Dia mengakui perbuatannya,”terang Kompol Suwetra.
Kompol Suwetra menerangkan, tersangka dikenakan pasal 82 UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan pasal 290 KUHP tentang pencabulan dalam keadaan pingsan atau tak berdaya.
Pengenaan pasal ini sesuai dengan perbuatan yang dilakukan tersangka Sodik Ali. Dikala anak sedang tidur, dia tega menggerayangi tubuh anaknya.
Dari gaya meremas hingga ‘mengutak-atik’ kemaluan korban. Kejadian ini sering dipergoki istrinya. Namun bila ditanya, tersangka Sodik Ali selalu mengelak.
Tepatnya, 6 Mei lalu, kali terakhir Sodik Ali berotak mesum. Dia kedapatan istrinya, sedang memasukkan tangan kanannya ke dalam celana anak tirinya yang sedang tertidur.
Melihat itu, sang ibu menyuruh anaknya yang berusia 13 tahun itu untuk tidur ditempat lain. Takut anaknya akan jadi korban keganasan suami, 2 hari kemudian, kasus tersebut dilaporkan ke Poltabes Denpasar.
Dalam pengakuan tersangka, dia mengerayangi anak tirinya sejak tahun 2005.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan