Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Obyek Wisata Jemeluk Tak Terurus

Kamis, 14 Mei 2009, 14:29 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Pembangunan obyek Wisata di Karangasem nampaknya memerlukan kajian yang mendalam. Ini untuk menghindari agar obyek wisata yang dibangun nantinya malah mubasir.

Seperti halnya pembangunan Obyek Wisata Pantai di Dusun Jemeluk, Tulamben, Abang, Karangasem. Obyek seluas sekitar 50 are ini nampak sepi dan tidak terurus. Padahal pembangunan obyek tersebut menelan ratusan juta uang rakyat.

Tampak obyek pantai tersebut sepi dari pengunjung. Selain terkesan telantar, beberapa bangunan megah yang ada di dalamnya juga tidak terurus. Sebuah bangunan besar berupa aula juga nampak kumuh begitu juga dengan halamannya tidak tertata dengan rapi.

Sementara dua buah bale begong juga terkesan tidak terurus. Sementara pada deretan selatan terdapat beberapa kamar mandi dan WC yang berdempetan dengan perkantoran dan loket juga nampak sepi. Tidak satu pun petugas yang ada di obyek tersebut.

Beberapa lampu taman juga nampak mulai rusak karena tidak terurus. Diantaranya kaca lampu taman tersebut ada yang pecah berantakan. Sementara wisatawan juga nampak enggan untuk singgah di lokasi ini. Kesannya begitu menakutkan sehingga sepi dingkil. Padahal obyek ini ada di kawasan perhotelan dan pariwisata lainya di Amed.

Sementara itu, Kamis (14/5) mantan anggota DPRD Karangasem I Wayan Kari Subali mengaku menyayangkan kalau obyek tersebut sampai sepi. Pihaknya sendiri sepakat dan sangat setuju kalau obyek wisata di Karangasem mendapat perhatian dan dibenahi terus. Karena dari pada pergi ke luar negeri untuk promosi dengan biaya miliaran rupiah dinilai Baba akan mubasir.

“Saya mesih lebih condong kalau anggaran tersebut dipakai untuk menata Obyek Wisata, namun penataan dilakukan dengan selektif,” ujarnya. Hal ini dari pada anggaran miliran tersebut dipakai untuk promisi ke luar negeri. Karena promosi seperti itu dinilai tidak efektif kalau sarana dan prasarana seperti Obyek Wisata masih belum memadai. 
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami