Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 1 November 2026
Agama dan Budaya Penghambat Dominan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Hasil Kajian Lembaga Pengembangan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Indonesia (LP3MI) menyebutkan agama dan kebudayaan menjadi factor penghambat dalam upaya mewujudkan persamaan gender di Indonesia. Selain itu, Budaya Patriaki dinilai menjadi factor penghambat dominan bagi upaya mewujudkan persamaan gender.
Direktur LP3MI Lies Natalisa pada keteranganya di Kuta (26/5) menyatakan hambatan bagi upaya mewujudkan persamaan gender yang paling sulit terjadi di wilayah Indonesia Timur.
Walaupun demikian Leis, mengakui kondisi yang sama juga terjadi di Pulau Jawa. Lies mencontohkan kondisi yang paling riil yaitu dominanya laki-laki dalam keluarga ataupun di lembaga-lembaga desa. Kondisi ini dinilai sebagai penyebab rendahnya indek pengembangan gender di Indonesia
“Kalau masalah agama, laki-laki selalu jadi iman. Mereka berpikir laki-laki harus di depan, padahal itu hanya untuk jaman dulu. Tapi sekarang perempuan juga bisa memimpin” ujar Lies Natalisa.
Direktur LP3MI Lies Natalisa menambahkan perlu waktu lama untuk memasukkan isu persamaan gender dalam budaya patriaki di Indonesia. Terutama untuk masyarakat tingkat desa yang sangat tegung memegang budaya patriaki dan norma agama.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan