Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 2 Mei 2026
Agama dan Budaya Penghambat Dominan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Hasil Kajian Lembaga Pengembangan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Indonesia (LP3MI) menyebutkan agama dan kebudayaan menjadi factor penghambat dalam upaya mewujudkan persamaan gender di Indonesia. Selain itu, Budaya Patriaki dinilai menjadi factor penghambat dominan bagi upaya mewujudkan persamaan gender.
Direktur LP3MI Lies Natalisa pada keteranganya di Kuta (26/5) menyatakan hambatan bagi upaya mewujudkan persamaan gender yang paling sulit terjadi di wilayah Indonesia Timur.
Walaupun demikian Leis, mengakui kondisi yang sama juga terjadi di Pulau Jawa. Lies mencontohkan kondisi yang paling riil yaitu dominanya laki-laki dalam keluarga ataupun di lembaga-lembaga desa. Kondisi ini dinilai sebagai penyebab rendahnya indek pengembangan gender di Indonesia
“Kalau masalah agama, laki-laki selalu jadi iman. Mereka berpikir laki-laki harus di depan, padahal itu hanya untuk jaman dulu. Tapi sekarang perempuan juga bisa memimpin” ujar Lies Natalisa.
Direktur LP3MI Lies Natalisa menambahkan perlu waktu lama untuk memasukkan isu persamaan gender dalam budaya patriaki di Indonesia. Terutama untuk masyarakat tingkat desa yang sangat tegung memegang budaya patriaki dan norma agama.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 208 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 141 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang