Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Agama dan Budaya Penghambat Dominan

Selasa, 26 Mei 2009, 14:35 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Hasil Kajian Lembaga Pengembangan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Indonesia (LP3MI) menyebutkan agama dan kebudayaan menjadi factor penghambat dalam upaya mewujudkan persamaan gender di Indonesia. Selain itu, Budaya Patriaki dinilai menjadi factor penghambat dominan bagi upaya mewujudkan persamaan gender.

Direktur LP3MI Lies Natalisa pada keteranganya di Kuta (26/5) menyatakan hambatan bagi upaya mewujudkan persamaan gender yang paling sulit terjadi di wilayah Indonesia Timur.

Walaupun demikian Leis, mengakui kondisi yang sama juga terjadi di Pulau Jawa. Lies mencontohkan kondisi yang paling riil yaitu dominanya laki-laki dalam keluarga ataupun di lembaga-lembaga desa. Kondisi ini dinilai sebagai penyebab rendahnya indek pengembangan gender di Indonesia

“Kalau masalah agama, laki-laki selalu jadi iman. Mereka berpikir laki-laki harus di depan, padahal itu hanya untuk jaman dulu. Tapi sekarang perempuan juga bisa memimpin” ujar Lies Natalisa.

Direktur LP3MI Lies Natalisa menambahkan perlu waktu lama untuk memasukkan isu persamaan gender dalam budaya patriaki di Indonesia. Terutama untuk masyarakat tingkat desa yang sangat tegung memegang budaya patriaki dan norma agama. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami