Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Nyoman Susrama Dipecat dari PDIP
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketua DPD PDIP Bali, Anak Agung Oka Ratmadi menyatakan, Kartu Tanda Anggota (KTA) PDIP Nyoman Susrama, otak pembunuhan wartawan Radar Bali Anak Agung Prabangsa dicabut. Dengan dicabutnya KTA ini, otomatis Susrama tidak bisa dilantik menjadi anggota DPRD Bangli.
Hal ini disampaikan Ratmadi, usai menghadiri acara peringatan 100 hari meninggalnya Prabangsa, di Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen atau AJI Denpasar, sore ini.
Awalnya Cok Rat, demikian ia biasa dipanggil, enggan mengungkapkan status keanggotaan Adik Bupati Bangli ini di PDIP. “Saya belum ‘connect’ (bertanya) dengan Bangli (Ketua DPC PDIP Bangli), kalo Anda (wartawan) bisa 'connect', silakan aja (tanya) langsung,” ujarnya.
Tapi setelah didesak, Ratmadi akhirnya menyatakan bahwa KTA Nyoman Susrama telah resmi dicabut. Dengan dicabutnya KTA Susrama, otomatis ia tidak bisa dilantik sebagai anggota DPRD Bangli, mekipun ia sudah terpilih dalam Pemilu Legislatif lalu.
“Aturan partai sudah jelas. Jika ada anggota yang tersangkut persoalan hukum dan terbukti bersalah, maka akan diberhentikan sebagai anggota. Namun sebelum terbukti bersalah di pengadilan, kita hendaknya tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah,” tegas mantan Bupati Badung ini.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4414 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1907 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1507 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 996 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 928 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun