Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Mayat Tengkorak Digantung Hebohkan Warga

Selasa, 9 Juni 2009, 21:15 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Warga Jalan Mahendradata, Selasa (09/06), gempar. Sesosok mayat tak dikenal berjenis kelamin laki laki, ditemukan tewas tergantung di salah kamar kosong di proyek Puri Citra Woman Health Center, yang kini sudah tidak berfungsi lagi.

 

 

Kondisi korban sangat mengenaskan, sebagian tubuhnya sudah menjadi tengkorak. Ada dugaan korban tewas dibunuh dengan cara digantung. Mayat korban ditemukan tergantung di bangunan proyek Puri Citra Woman Health, yang mangkrak sejak tahun 2008 lalu. Dulunya, bangunan setengah jadi itu, rencananya akan dibuat khusus rumah sakit wanita.

Saksi mata menyebutkan, mayat tak dikenal alias Mr X itu ditemukan kali pertama oleh Wi (35). Buruh proyek yang tinggal berdekatan dengan lokasi penemuan, mengatakan, saat itu hendak mencari layang layang, di lokasi proyek bangunan.


“Saya mau cari layang-layang, masuk ke ruangan itu,”ucapnya di lokasi kejadian. Saksi asal Pasuruan Jatim ini, masuk kesalah satu ruangan, untuk mencari laying layang yang jatuh. Namun tiba tiba saksi mencium bau menyengat yang keluar dari salah satu ruangan.



Ketika didekati, saksi melihat ada plastik hitam menutupi stanger. Saat menyibak plastik tersebut, saksi kaget, di dalamnya ada kepala tengkorak yang tergantung.



Kepala yang ditutupi rambut tipis itu, tergantung di atas seutas tali warna putih. Sementara, organ organ tubuh lainnya yang sudah menjadi tengkorak, tergeletak di tanah. “Kondisi tubuh sudah menjadi tengkorak. Korban pakai baju singlet dan celana pendek,’ucap saksi yang berambut kuncir itu.



Takut melihat mayat, saksi langsung pulang ke bedeng rumahnya dan melaporkan kepada teman temannya. Penemuan ini pun langsung dilaporkan ke Polsek Denbar.



Petugas identifikasi Poltabes Denpasar yang berada di lokasi kejadian, langsung menurunkan kepala korban yang tergantung. Sementara bagian tubuh yang telah menjadi kerangka dimasukkan kedalam plastik dan selanjutnya dibawa ke RSUP Sanglah untuk divisum.



Belum diketahui, berapa lama mayat tersebut berada di lokasi kejadian. Namun sumber petugas menyebutkan, jika dilihat dari kondisi mayat hingga menjadi tengkorak, ada sekitar 6 bulanan korban

berada di lokasi. “Untuk usia, tinggi badan dan penyebab kematian belum diketahui. Nanti tim medis yang tahu,”ujar petugas identifikasi.

Aparat kepolisian yang berada di lokasi menduga, korban tewas dibunuh. Sumber kepolisian mengatakan tidak mungkin korban meninggal dengan cara yang wajar. Apalagi ditutupi plastik. “Kalau mati ya mati saja, gak usah ditutupi plastic. Ada dugaan dibunuh,”papar sumber petugas yang enggan disebut namanya, saat mengecek kondisi korban.



Bagaimana melacak pelakunya ? Sumber mengatakan, pihaknya akan memulai penyelidikan siapa pemilik proyek. Nantinya, akan diketahui apakah penemuan ini ada kaitannya dengan proyek yang kini mangkrak.



Sepintas, proyek tersebut sudah tidak layak dibilang bangunan. Beberapa stager tergeletak percuma disetiap sudut ruangan. Kamar bedeng yang terbuat dari triplek, yang berada didepan pintu masuk, juga sudah tidak berfungsi lagi. Di dalam bedeng hanya ada surat surat surat proyek serta kontruksi bangunan.



Yang unik, di luar bedeng, atau tepatnya di bagian triplek tertulis kata kata ancaman. Yang bertuliskan “ Yang terhormat Anggota Security yang paling jelek, saya Selamet anak Semarang berpesan waspadalah.” Pahumas Poltabes Denpasar Kompol Ketut Suwetra yang dikonfirmasi, Selasa (09/06) kemarin mengatakan, saat ini anggota Polsek Denbar dibac-up Poltabes Denpasar masih melakukan pengusutan. Identitas korban masih dicari dan penyebab kematian masih ditelusuri. 



 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sin



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami