Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kawasan Wisata Pantai Candidasa Jadi Kumuh

Kamis, 11 Juni 2009, 13:19 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mangkal di Pantai Candidasa dan baru saja memperoleh renovasi dengan proyek Rest Area serta rehabilitasi dampak abrasi berikut bangunan gazebo tersebut, kian bertambah dan semakin membuat kawasan yang dikenal dengan keindahan Sun Set dan Sun Rise nya itu semakin kumuh.

 



Keadaan ini jelas membuat wajah pantai yang kebanyakan dikunjungi oleh Wisatawan asal daratan Eropa ini semakin muram, dan mendapat sorotan serta keluhan dari sejumlah wisatawan dan pelaku wisata di kawasan Obyek dan Daya Tarik Wisatawan (ODTW) ini.



Menurut I Nyoman Sana, salah seorang pelaku wisata asal Denpasar, yang kerap mengantar wisatawan Diving ke Karangasem, sangat menyayangkan keberadaan PKL tersebut, padahal menurut dia Penataan pantai yang menelan dana milyaran rupiah ini seharusnya dibersihkan dari PKL.



Namun pada kenyataanya kawasan yang seharusnya menjadi tempat melancong para turis ini, kini dijejali warung. "Tamu saya banyak komplain dan mempertanyakan apakah ODTW Candidasa ini tidak diperhatikan yang berwenang sehingga penataannya dibiarkan begitu saja?"ungkapnya. Menurutnya, kalau tidak dikendalikan sejak dini dikawatirkan nanti bertambah runyam dan akhirya menyulut masalah. Saya malu sebagai orsang Karangasem bila ditanya tamu atau rekan guide lain sehigga hanya bisa geleng-geleng kepala saja.



Memang kesempatan berusaha harus diberikan kepada semua orang, tetapi lokasinya tidak sewenang-wenang, jangan memaksakan kehendak berjualan dilokasi seperti itu, membuat posisi pemeritah sulit. "Kalau memang membandel tidak bisa dikendalikan dan tidak mau diatur dilakukan gusur paksa saja," tegasnya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sin



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami