Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Tiap Malam Minggu Digelar Seni Tradisional
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Guna membuat Taman Budaya Denpasar lebih menggeliat, pengelola kini sudah merancang berbagai jenis seni tradisional yang akan dipagelarkan setiap akhir pekan. Sejumlah seni tradisional yang sudah diagendakan, antara lain drama gong, arja, lagu pop Bali, wayang kulit Cenk Blonk, dan seni-seni lainnya yang juga akan dipadukan dengan seni modern.
"Kami sudah merancang pagelaran seni mulai 18 Juli, seminggu setelah usai PKB XXXI," ujar Kepala UPT Taman Budaya Dewa Nurjana Putra, Senin (15/6) di Denpasar. Dengan demikian, dipastikan tiada akhir pekan tanpa pageran seni tradisional Bali. Guna lebih memikat semua kalangan penonton, akan dipertimbangkan mengombinasikan dengan seni-seni modern seperti band terkenal.
Tidak hanya itu, tapi juga akan diselenggarakan Pekan Pameran Produk Budaya Daerah (P3BD) Bali, yang dijadualkan berlangsung selama sepekan, mulai 12 Desember mendatang. Dalam acara ini, kata Dewa Nurjana, akan dipamerkan semua jenis kerajinan produk lokal Bali, mulai seni patung, perak dan lainnya.
"Tujuan semua ini adalah untuk membuat Art Centre lebih menggeliat, sehingga suasananya lebih hidup," tandas Dewa Nurjana. Rencana ini sudah mendapat respon positif dari Gubernur Mangku Pastika.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5941 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4655 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2625 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2280 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan