Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Solar Langka, Nelayan Pengambengan Menjerit
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kelangkaan solar beberapa hari belakangan ini membuat sejumlah nelayan di Desa Pengambengan, Negara menjerit. Pasalnya dengan kelangkaan solar berarti nelayan mengalami hambatan melakukan pekerjaan untuk menyambung hidupnya. H Abdul Kadir Jailani, Ketua Himpunan Nelasan Seluruh Indonesia (HSNI) Jembrana ketika ditemui Beritabali.com, Senin (15/6) mengungkapkan sejak Sabtu (13/6) lalu, solar mulai mengalami kelangkaan yang imbasnya kepada nelayan untuk mencari ikan di lautan lepas.
“Kendatipun jatah SPBN Pengambengan sudah ditambah dua kali lipatnya menjadi 32 ton perharinya namun belum juga mampu memenuhi kebutuhan nelayan yang mencapai 60 ton per harinya,” terang Abdul Kadir.
Kata Abdul Kadir, para nelayan ingin menempuh berbagai solusi untuk mengatasi persoalan kelangkaan solar tersebut, hanya saja mereka masih terbentur dengan berbagai kendala. “Kalau membeli di SPBU, nelayan harus membawa rekomendasi dari SPBN. Kalaupun sudah ada rekomendasi itu, nelayan masih khawatir jikalau di tengah perjalanan saat membawa solar dari hasil pembelian di SPBU dicegat polisi di tengah jalan,” tandasnya.
Solusi lainnya, tambah Abdul Kadir, nelayan menimbun solar untuk kebutuhan 1-2 hari sehingga bisa dipergunakan untuk besok atau lusanya sembari menunggu pasokan solar. “Tapi mereka khawatir lantaran penimbunan solar akan menimbulkan masalah hukum,” ujarnya. Menurut Abdul Kadir, saat ini nelayan Pengambengan sedang menghadapi dilema di sisi lain ketersedian solar di SPBN tidak mampu memenuhi kebutuhan nelayan sedangkan di sisi lain harus tetap melaut untuk memenuhi kehidupan mereka sehari-hari.
“Untuk beli di luar atau menimbun takut muncul persoalan hukum. Sementara untuk memohon penambahan jatah solar di SPBN Pengambengan mengurusnya harus ke pusat,” pungkasnya.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5904 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2594 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan