Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Pastika-Winasa “Rukunâ€
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kendatipun sempat menjadi rival pada pemilihan Gubernur beberapa waktu yang lalu, Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika tampaknya sudah melupakan rivalitas tersebut. Hal ini tersecermin dengan diberikannya Winasa kesempatan untuk menyampaikan apresiasi atas masukan maupun usulan yang disampaikan masyarakat.
Setidaknya, 2 kali Winasa diberikan kesempatan untuk berapresiasi dalam simakrama tersebut. Misalnya ketika menanggapi masukan dari I Nyoman Tirtayasa, utusan dari Sekaa Teruna Bakti Laksana, Banjar Puana, Tegal Badeng Barat, Negara perihal perlunya petugas dari propinsi untuk membantu pengamanan di Gilimanuk.
Saat itu Winasa mengakui kalau Pemprop Bali telah cukup banyak berperan dalam pengamanan di Gilimanuk, utamanya dari sisi material. Memang secara fisik tidak dibantu tapi secara material dibantu sebagian oleh propinsi, ujar Winasa saat itu.
Begitu pula saat menanggapi kekhawatiran utusan Peradah Jembrana terhadap pelaksanaan Tri Hita Karana terutama unsur pelemahan yang tidak maksimal sehingga akan mengancam kelestarian alam Bali. Saat itu Winasa melontarkan kalau antara petani dan pengusaha masih berkompetisi dalam hal penggunaan air secara bebas, jelas petani akan kalah lantaran dari sisi ekonomi tidak sepadan.
Saya melihat ada kompetisi tajam antara petani dengan pengusaha dalam hal air. Kalau ini dibiarkan jelas petani akan kalah, tandasnya. Untuk itu, Winasa menyarankan agar air untuk minum diambil dari air limbah buangan petani, termasuk air laut. Dengan demikian sawah yang digarap petani akan terus ajeg, ujarnya.
Selain diberikan kesempatan untuk memberikan apresiasi, wujud kerukunan dua rival yang sempat bersaing itu juga diwujudkan dengan pujian Mangku terhadap kebijakan Winasa dalam memimpin Jembrana. Saat itu, Mangku memberikan apresiasi positif terhadap kebijakan subsidi pembayaran PBB untuk tanah yang masih berupa lahan sawah.
Apresiasi tersebut terlontar ketika Mangku menanggapi kekhawatiran I Nyoman Singgih, warga Yeh Embang terkait semakin menurunnya luas sawah di Bali. “Sejak tujuh tahun silam, banyak sawah yang beralih menjadi kebun atau pekarangan. Lama-kelamaan luas sawah di Bali akan habis. Bagaimana Pak Gubernur bisa memberikan jalan untuk mengatasi masalah tersebut? kata Singgih. Saat itu, Mangku mengatakan kalau kebijakan pemberian subsidi PBB bagi lahan sawah cukup baik untuk menjaga eksistensi sawah.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan