Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
RSUD: Putra Meninggal Karena
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Tudingan kalau pihak RSUD Negara melakukan malpraktek hingga Wayan Putra (46), warga Desa/Kec. Melaya meninggal pasca menjalani operasi hernia dibantah Direktur RSUD Negara, I Gede Wiadnyana. Menurutnya, Putra meninggal karena mengalami "kardiogenik shock".
Wiadnyana, ketika dihubungi, Senin (29/6) mengatakan sejak diterima oleh RSUD Negara, persiapan operasi sampai pelaksanaan operasi dilakukan oleh tim yang terdiri dari dokter spesialis anastesi, spesialis bedah, spesialis penyakit dalam, dibantu beberapa paramedis.
“Operasi hernia berjalan lancar dan tidak ada masalah. Begitu juga pasca operasi, kondisi pasien juga tidak ada masalah dia sehat-sehat saja bahkan pada Sabtu (27/6) sudah bisa duduk,” ungkapnya.
Namun, kata Wiadnyana, memasuki hari kelima, Minggu (28/6) sekitar pukul 19.30, tiba-tiba Putra shock dan tidak sadarkan diri. “Kami sudah berusaha sekuat tenaga melakukan pertolongan sesuai protap untuk menangani pasien shock. Sayangnya upaya tersebut tidak berhasil, sepuluh menit kemudian dia meninggal,” ujarnya.
Menurut Wiadnyana, Putra diketahui tidak memiliki riwayat penyakit lain, termasuk jantung sehingga pihaknya menyimpulkan kalau penyebab meninggalnya Putra lantaran mengalami "kardiogenik shock" yang membuatnya mengalami gagal jantung.
“Kematian pasien itu (Putra) tidak ada hubungannya dengan operasi hernia yang kita lakukan. Kuat dugaan kalau dia meninggal karena mengalami "kardiogenik shock" yang mengarah ke jantung sehingga membuat pasien itu gagal jantung. Jadi bukan karena malpraktek,” bantahnya.
Menurut Wiadnyana, "kardiogenik shock" seperti yang dialami Putra, memang berlangsung mendadak tanpa didahului oleh gejala-gejala tertentu. “Shock semacam ini terjadi tiba-tiba. Bisa saja sebelumnya orangnya sehat-sehat saja dan tidak memiliki riwayat penyakit jantung, tetapi tiba-tiba shock lalu meninggal,” jelasnya.
Terkait dengan keberatan pihak keluarga atas meninggalnya Putra, Wiadnyana mengaku memakluminya dan akan berupaya memberi pemahaman kalau penyebab kematiannya karena "kardiogenik shock" yang membuat gagal jantung dan bukan karena malpraktek.
“Kita maklum dengan kondisi keluarga korban, kita akan koordinasikan dengan mereka dan kita jelaskan kejadian sebenarnya,” pungkas Widanyana.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan