Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
RSUD: Putra Meninggal Karena
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Tudingan kalau pihak RSUD Negara melakukan malpraktek hingga Wayan Putra (46), warga Desa/Kec. Melaya meninggal pasca menjalani operasi hernia dibantah Direktur RSUD Negara, I Gede Wiadnyana. Menurutnya, Putra meninggal karena mengalami "kardiogenik shock".
Wiadnyana, ketika dihubungi, Senin (29/6) mengatakan sejak diterima oleh RSUD Negara, persiapan operasi sampai pelaksanaan operasi dilakukan oleh tim yang terdiri dari dokter spesialis anastesi, spesialis bedah, spesialis penyakit dalam, dibantu beberapa paramedis.
“Operasi hernia berjalan lancar dan tidak ada masalah. Begitu juga pasca operasi, kondisi pasien juga tidak ada masalah dia sehat-sehat saja bahkan pada Sabtu (27/6) sudah bisa duduk,” ungkapnya.
Namun, kata Wiadnyana, memasuki hari kelima, Minggu (28/6) sekitar pukul 19.30, tiba-tiba Putra shock dan tidak sadarkan diri. “Kami sudah berusaha sekuat tenaga melakukan pertolongan sesuai protap untuk menangani pasien shock. Sayangnya upaya tersebut tidak berhasil, sepuluh menit kemudian dia meninggal,” ujarnya.
Menurut Wiadnyana, Putra diketahui tidak memiliki riwayat penyakit lain, termasuk jantung sehingga pihaknya menyimpulkan kalau penyebab meninggalnya Putra lantaran mengalami "kardiogenik shock" yang membuatnya mengalami gagal jantung.
“Kematian pasien itu (Putra) tidak ada hubungannya dengan operasi hernia yang kita lakukan. Kuat dugaan kalau dia meninggal karena mengalami "kardiogenik shock" yang mengarah ke jantung sehingga membuat pasien itu gagal jantung. Jadi bukan karena malpraktek,” bantahnya.
Menurut Wiadnyana, "kardiogenik shock" seperti yang dialami Putra, memang berlangsung mendadak tanpa didahului oleh gejala-gejala tertentu. “Shock semacam ini terjadi tiba-tiba. Bisa saja sebelumnya orangnya sehat-sehat saja dan tidak memiliki riwayat penyakit jantung, tetapi tiba-tiba shock lalu meninggal,” jelasnya.
Terkait dengan keberatan pihak keluarga atas meninggalnya Putra, Wiadnyana mengaku memakluminya dan akan berupaya memberi pemahaman kalau penyebab kematiannya karena "kardiogenik shock" yang membuat gagal jantung dan bukan karena malpraktek.
“Kita maklum dengan kondisi keluarga korban, kita akan koordinasikan dengan mereka dan kita jelaskan kejadian sebenarnya,” pungkas Widanyana.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3798 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1741 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang