Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 2 Juli 2026
Polda Bali Awasi Toko Kimia
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Teror bom yang melanda JW Marriot dan Ritz Calton Jakarta, terus berimbas kepada seluruh daerah di Indonesia, khususnya Bali. Untuk itu, jajaran Kepolisian Polda Bali mengawasi penjualan bahan-bahan kimia yang banyak tersedia di toko-toko di wilayah Denpasar.
Kapoltabes Denpasar Kombes Gede Alit Widana mengakui, saat ini pihaknya sudah menugaskan seluruh jajaran dibawah wilayahnya (Polsek-polsek, Red), untuk melakukan pengawasan terhadap toko penjual bahan kimia.
“Benar, seluruh Polsek yang ada di Denpasar, sudah saya perintahkan untuk mengawasi toko yang menjual bahan kimia,” ungkap Kapoltabes, pada Senin (20/7).
Pengawasan yang dilakukan, hanya dalam bentuk pengawasan biasa. Termasuk mengawasi pembeli yang membeli bahan kimia dalam jumlah banyak.
“Setiap pembelian bahan kimian, harus menyertakan identitasnya dan akan dipertanyakan keperluannya untuk apa, jumlahnya, dan jenisnya, apalagi kalau mereka membeli dalam porsi besar,” bebernya.
Pengawasan tersebut, kata Kapoltabes, sebenarnya sudah kerap dilakukan, sebelum peledakan bom di Jakarta terjadi.
“Sudah kita lakukan setiap waktu. Apalagi pasca bom di Jakarta,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolsek Denpasar Timur, AKP Gede Ariantha mengatakan, sampai saat ini pihaknya sudah mendata toko penjual bahan kimia, setidaknya di wilayah Denpasar Timur ada satu penjual toko bahan kimia tepatnya di wiilayah Jalan Kepundung Denpasar.
“ Ada satu toko penjual bahan kimia di wilayah saya. Semua data pembeli itu sudah masuk ke kita, baik jumlahnya, jenis dan kepentingannya,” ucapnya.
Dikatakannya, data-data itu didapat dari penjual yang kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian. (spy)
Reporter: -
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun