Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Tungro Ganas Kini Serang Belasan Hektar Sawah
Marga
Minggu, 9 Agustus 2009,
18:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Setelah hama tikus menyerang sebagian besar subak di Tabanan, giliran hama tungro yang membuat petani di sejumlah daerah lumbung beras ini gagal panen.
Seperti yang dialami Subak Delod Kukuh, Banjar Lodalang, Desa Kukuh, Kecamatan Marga. Sekitar 12 hektar dari 25 hektar luas sawah di subak ini terserang tungro. Akibatnya petani setempat terancam gagal panen.
“Serangan tungro ini sudah ada sejak padi berumur satu bulan,†jelas I Wayan Sogol.
Sogol yang juga sebagai kelihan (pimpinan) subak (organisasi pengairan sawah di Bali) Delod Kukuh mengatakan, kondisi padi kini mulai memerah mulai dari akar hingga daun.
Serangan tungro ini merupakan pukulan kedua bagi warga subak setempat, karena sebelumnya petani di subak ini juga gagal panen karena serangan tikus.
“Belum hilang trauma serangan tikus, kami kembali mengalami serangan tungro,â€katanya.
Serangan tungro ini, sebenarnya telah dilaporkannya kepada PPL yang bertugas, dan telah dilakukan upaya pemulihan tanaman padi dengan obat-obatan.
Upaya tersebut ternyata belum membuahkan hasil yang maksimal.
“Padi saya seluas lima puluh are semuanya terancam gagal panen karena serangan tungro. Padi milik petani lain yang berada di subak Delod Kukuh juga terancam gagal panen,â€jelasnya. (nod)
Seperti yang dialami Subak Delod Kukuh, Banjar Lodalang, Desa Kukuh, Kecamatan Marga. Sekitar 12 hektar dari 25 hektar luas sawah di subak ini terserang tungro. Akibatnya petani setempat terancam gagal panen.
“Serangan tungro ini sudah ada sejak padi berumur satu bulan,†jelas I Wayan Sogol.
Sogol yang juga sebagai kelihan (pimpinan) subak (organisasi pengairan sawah di Bali) Delod Kukuh mengatakan, kondisi padi kini mulai memerah mulai dari akar hingga daun.
Serangan tungro ini merupakan pukulan kedua bagi warga subak setempat, karena sebelumnya petani di subak ini juga gagal panen karena serangan tikus.
“Belum hilang trauma serangan tikus, kami kembali mengalami serangan tungro,â€katanya.
Serangan tungro ini, sebenarnya telah dilaporkannya kepada PPL yang bertugas, dan telah dilakukan upaya pemulihan tanaman padi dengan obat-obatan.
Upaya tersebut ternyata belum membuahkan hasil yang maksimal.
“Padi saya seluas lima puluh are semuanya terancam gagal panen karena serangan tungro. Padi milik petani lain yang berada di subak Delod Kukuh juga terancam gagal panen,â€jelasnya. (nod)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3810 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1756 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026