Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Tungro Ganas Kini Serang Belasan Hektar Sawah
Marga
Minggu, 9 Agustus 2009,
18:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Setelah hama tikus menyerang sebagian besar subak di Tabanan, giliran hama tungro yang membuat petani di sejumlah daerah lumbung beras ini gagal panen.
Seperti yang dialami Subak Delod Kukuh, Banjar Lodalang, Desa Kukuh, Kecamatan Marga. Sekitar 12 hektar dari 25 hektar luas sawah di subak ini terserang tungro. Akibatnya petani setempat terancam gagal panen.
“Serangan tungro ini sudah ada sejak padi berumur satu bulan,†jelas I Wayan Sogol.
Sogol yang juga sebagai kelihan (pimpinan) subak (organisasi pengairan sawah di Bali) Delod Kukuh mengatakan, kondisi padi kini mulai memerah mulai dari akar hingga daun.
Serangan tungro ini merupakan pukulan kedua bagi warga subak setempat, karena sebelumnya petani di subak ini juga gagal panen karena serangan tikus.
“Belum hilang trauma serangan tikus, kami kembali mengalami serangan tungro,â€katanya.
Serangan tungro ini, sebenarnya telah dilaporkannya kepada PPL yang bertugas, dan telah dilakukan upaya pemulihan tanaman padi dengan obat-obatan.
Upaya tersebut ternyata belum membuahkan hasil yang maksimal.
“Padi saya seluas lima puluh are semuanya terancam gagal panen karena serangan tungro. Padi milik petani lain yang berada di subak Delod Kukuh juga terancam gagal panen,â€jelasnya. (nod)
Seperti yang dialami Subak Delod Kukuh, Banjar Lodalang, Desa Kukuh, Kecamatan Marga. Sekitar 12 hektar dari 25 hektar luas sawah di subak ini terserang tungro. Akibatnya petani setempat terancam gagal panen.
“Serangan tungro ini sudah ada sejak padi berumur satu bulan,†jelas I Wayan Sogol.
Sogol yang juga sebagai kelihan (pimpinan) subak (organisasi pengairan sawah di Bali) Delod Kukuh mengatakan, kondisi padi kini mulai memerah mulai dari akar hingga daun.
Serangan tungro ini merupakan pukulan kedua bagi warga subak setempat, karena sebelumnya petani di subak ini juga gagal panen karena serangan tikus.
“Belum hilang trauma serangan tikus, kami kembali mengalami serangan tungro,â€katanya.
Serangan tungro ini, sebenarnya telah dilaporkannya kepada PPL yang bertugas, dan telah dilakukan upaya pemulihan tanaman padi dengan obat-obatan.
Upaya tersebut ternyata belum membuahkan hasil yang maksimal.
“Padi saya seluas lima puluh are semuanya terancam gagal panen karena serangan tungro. Padi milik petani lain yang berada di subak Delod Kukuh juga terancam gagal panen,â€jelasnya. (nod)
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3893 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2856 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2043 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1997 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1805 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026