Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
ABG Diperkosa Usai Sembahyang di Malam Hari
Beritabali.com, Sawan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Seorang Anak Baru Gede (ABG) di Dusun Kajanan, Desa Suwug Kecamatan Sawan, Buleleng, menjadi korban aksi pemerkosaan yang dilakukan pemuda setempat. Aksi itu dilakukan saat korban usai sembahyang di malam hari.
Korban, sebut saja Melati (15), menjadi aksi kebrutalan seorang pemuda berandalan yang dipanggil Gede Ke (25). Aksi bejat ini dilakukan usai korban melakukan persembahyangan di dekat rumahnya.
“Dalam aksinya pelaku menghadang korban dan kemudian menariknya, bahkan kedua tangan korban diikat dengan selendang dan kemudian diperkosa,†ungkap Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol I Made Sudirsa, Selasa (15/9).
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan, korban mengaku telah diperkosa. Namun untuk memastikan perbuatan pelaku, polisi akan melakukan pemeriksaan secara medis.
†Kita akan lakukan visum dulu, sehingga dapat memastikan aksi pemerkosaan yang dilakukan pelaku,†papar Sudirsa.
Dalam penanganan kasus dugaan pemerkosaan yang menimpa anak berusia 15 tahun ini, polisi telah menangkap pelaku.
Selanjutnya kasus tersebut dilimpahkan Unit Reskrim Polsek Sawan ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Buleleng. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2785 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2027 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1967 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1800 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun