Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 11 Juni 2026
Makan Urutan ‘Rasa’ Racun Anjing, Sukawat Pingsan
BeritaBali.com, Penebel
Rabu, 16 September 2009,
17:23 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Seorang warga Banjar Dukuh, Desa Penebel, Kecamatan Penebel, Tabanan, I Made Sukawat (44) dilarikan ke UGD RSUD Tabanan, Rabu siang (16/9). Ia diduga keracunan karena memakan urutan (sosis khas Bali) yang dibaluri racun rabies.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Sukawat tiba di UGD RSUD Tabanan sekitar pukul 11.30 Wita diantar kerabatnya. Setelah diperiksa tim medis ia dinyatakan keracunan.
Menurut beberapa sumber, Sukawat keracunan setelah memakan urutan (sosis daging babi) yang sudah dilumuri racun untuk membasmi anjing yang diduga terjangkit rabies.
“Ia sempat memakan daging urutan yang sudah dilumuri racun rabies , beberapa saat setelah makan daging berisi racun itu korban pingsan,†jelas sumber yang enggan dipublikasikan. Mendapati korban pingsan, pihak keluarga kemudian melarikan korban ke Rumah Sakit.
Direktur BRSUD Tabanan Dr I Gde Wiryana Patrajaya membenarkan pihaknya menerima pasien keracunan asal Penebel.
Dikatakannya, setelah ditangani pihak rumah sakit pasien tersebut disarankan menjalani opname. Namun pasein dan kelurganya menolak dan meminta pulang.
“Karena menolak opname, yah kita tidak bisa memaksanya,†pungkas Patrajaya. (nod)
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Sukawat tiba di UGD RSUD Tabanan sekitar pukul 11.30 Wita diantar kerabatnya. Setelah diperiksa tim medis ia dinyatakan keracunan.
Menurut beberapa sumber, Sukawat keracunan setelah memakan urutan (sosis daging babi) yang sudah dilumuri racun untuk membasmi anjing yang diduga terjangkit rabies.
“Ia sempat memakan daging urutan yang sudah dilumuri racun rabies , beberapa saat setelah makan daging berisi racun itu korban pingsan,†jelas sumber yang enggan dipublikasikan. Mendapati korban pingsan, pihak keluarga kemudian melarikan korban ke Rumah Sakit.
Direktur BRSUD Tabanan Dr I Gde Wiryana Patrajaya membenarkan pihaknya menerima pasien keracunan asal Penebel.
Dikatakannya, setelah ditangani pihak rumah sakit pasien tersebut disarankan menjalani opname. Namun pasein dan kelurganya menolak dan meminta pulang.
“Karena menolak opname, yah kita tidak bisa memaksanya,†pungkas Patrajaya. (nod)
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026