Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
As Roda Patah, Jalur Mudik Ngadat
Beritabali.com, Cekik
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Lantaran sebuah truk tronton bermuatan pakan ternak ngadat di tengah jalan, jalur mudik ngadat. Truk P 8899 UW tujuan Denpasar tiba-tiba ngadat dengan mengambil lebih dari separuh badan jalan lantaran as roda bagian belakangnya patah. Patahnya as roda tersebut diduga lantaran kelebihan muatan.
Dari pantauan di lokasi, Kamis (17/9), truk tersebut tampak mogok persis di pintu keluar Pos Pemeriksaan Cekik dan mengambil separuh lebih badan jalan. Kontan hal ini membuat jalur mudik ngadat.
“Truk tersebut sudah mogok sejak dini hari tadi,†ujar seorang warga setempat. Kendati demikian, hingga kini truk tersebut masih tampak nongkrong di tempat semula lantaran belum ada pihak yang menangani.
Kondisi ini sangat dikeluhkan oleh para pemudik lantaran merasa perjalanannya terganggu. “Kami harapkan agar petugas agar secepatnya menangani hal ini agar tidak mengganggu,†kata Budiono salah seorang sopir bus yang mengaku kesulitan saat melewati truk mogok tersebut.
Dari informasi salah seorang petugas di pos pemeriksaan, truk tersebut sudah berusaha diderek namun karena muatannya terlalu berat sehingga tidak berhasil.
“Sopirnya malah menghilang. Katanya sedang ke Denpasar membawa muatan truk itu,†ujar petugas tersebut. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4428 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2019 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1541 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 998 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 933 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun