Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Peringatan Bom Bali II Dijaga Ekstra Ketat
Beritabali.com, Renon
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Upacara Peringatan bom Bali 1 Oktober 2005 di gelar secara sederhana di kantor Konsul Australia Renon Denpasar, Kamis (1/10). Pelaksanaan proses upacara dilakukan secara sederhana namun dalam penjagaan ekstra ketat.
Peringatan upacara yang cukup sederhana ini hanya dihadiri oleh sekitar 20 peserta, diantaranya staf konsul dan keluarga korban bom Bali asal Australia.
Upacara peringatan bom Bali 1 Oktober ini juga turut dihadiri Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Bupati Badung, Anak Agung Gede Agung dan Wakapolda Bali Brigjen Pol Ketut Andria.
Prosesi upacara peringatan diawali dengan sambutan selamat datang dari Konsul Jenderal Australia di Denpasar Lex Bartlem, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika.
Upacara peringatan yang sangat sederhana ini diakhir dengan peletakan karangan bunga oleh Konsul Jenderal Australia di Denpasar Lex Bartlem dan Gubernur Bali Made Mangku Pastika.
Sementara itu pejagaan di sekitar Konsul Jenderal Australia sangat ketat dan jalan di sepanjang depan kantor Konsulat ditutup untuk umum.
Penjagaan pengamanan ini melibatkan melibatkan Brimob, Densus Anti teror dan Polisi Lalu lintas, dan sejumlah intel. (mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4439 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2130 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1552 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1008 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 940 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun