Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Istri Dicekik dan Ditabrak Sepeda Motor
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Seorang suami nekad mencekik leher istrinya dan kemudian menabrak tubuh istrinya dengan motor hingga luka luka. Suami raja tega itu telah dilaporkan ke Poltabes Denpasar.
Kasus KDRT itu terjadi di seputaran Jalan Ahmad Yani Denpasar, pada Denpasar.
Korban bernama Ni Made Ayu Sriastuti (23), warga Banjar Blusung, Peguyangan Kaja, Denpasar. Sementara suami yang dilaporkan bernama Nyoman Suardana (23).
Informasi menyebutkan, korban ditabrak motor dan lehernya dicekik. Korban pun mengalami luka-luka lecat di beberapa bagian kaki dan jarinya.
Informasi menyebutkan, aksi penganiayaan terhadap Sriastuti berlangsung pukul 11.30 wita.
Belum diketahui apa yang menjadi penyebab korban dianiaya. Namun ada dugaan, pasangan suami istri itu sudah lama cekcok alias tidak akur.
Penganiayaan itu bermula saat korban berjalan di depan Circle-K, Jalan A Yani, Denpasar. Tiba tiba saja, korban ditabrak sang suami dengan menggunakan sepeda motor.
Tragisnya, Nyoman Suardana tidak mengubris istrinya menjerit kesakitan. Dia turun dari sepeda motor dan menghampiri istrinya yang sedang meradang kesakitan.
Suaminya belum puas melampiaskan kemarahan. Dia mencekik leher istrinya, untung ada warga yang melerai, ujarnya.
Penganiayaan yang dilakukan Nyoman Suardana menyebabkan istrinya mengalami luka lecet pada lutut kanan, betis kiri, dan luka pada jari kaki kiri.
Setelah suaminya pergi, korban melaporkannya ke Poltabes Denpasar. (spy)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3337 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan