Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Seniman Denpasar Ikuti Karnaval GBN 2009

Rabu, 21 Oktober 2009, 09:21 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Duta Seni Kota Denpasar terpilih mewakili Bali untuk pentas seni tingkat Nasional dalam Karnafal Gelar Budaya Nasional 2009 yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Duta Denpasar ini akan menampilkan tari kreasi baleganjur mengangkat tema Serangan Umum Kota Denpasar.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar I Ketut Mardika saat ditemui disela-sela gladi bersih, di Taman Budaya Art Centre Denpasar.

Ketut Mardika mengatakan, Duta Denpasar ini melibatkan 40 orang seniman termasuk tokoh-tokoh , serta melibatkan 20 orang penabuh.

Kita harapkan penampilan Duta Denpasar pada Sabtu 24 Oktober mendatang yang mengangkat tema Serangan Umum ini mampu memberikan informasi kepada pengunjung bahwa di Denpasar pernah terjadi peristiwa heroik melawan penjajah, ujar Ketut Mardika.

Penampilan seniman Denpasar akan disaksikan oleh pengunjung di TMII. Ini diharapkan akan mampu menarik para wisatawan terutama wisatawan domestik untuk berkunjung ke Denpasar.

Sutradara tari kreasi Serangan Umum Denpasar, Komang Astita mengatakan penampilan ini dibagi menjadi tiga babak.

Babak pertama mengisahkan tentang pertempuran gerilyawan rakyat Bali yang dipimpin Gusti Ngurah Rai melawan pasukan NICA. Babak ini juga mengisahkan persiapan rakyat Bali menyusun serangan Kota Denpasar.

Babak kedua menurut Astita mengisahkan tentang penyiksaan yang dilakukan oleh para penjajah. Sedangkan babak ketiga merupakan kisah daripada penampilan seniman Bali yaitu Serangan Umum Kota Denpasar yang dilaksanakan 11 April 1946 pada dinihari.

Serangan dimulai dari arah utara Satriya. Serangan juga dilakukan dari arah timur bergerak menyerang Tangsi Kayumas yang mengakibatkan gugurnya I.B Djapa gugur.

Ada juga adegan pengacauan Tangsi dan Penjara Pekambingan.

Akhir cerita, setelah bertempur selama enam jam, akhirnya para komando mengintruksikan penarikan pasukan.

Selain untuk memperkenalkan peristiwa heroik di Denpasar, cerita ini juga untuk menanamkan semangat persatuan dan kesatuan, kata Komang.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami