Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Ekspor Kerajinan Perak Bali Tumbuh 5%
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Berdasarkan data Asosiasi Perak Bali tingkat pertumbuhan ekspor kerajinan perak Bali hingga September tahun ini tumbuh hingga 5 persen. Dimana pasar ekspor utama yaitu Amerika dan Eropa.
Wakil Ketua Asosiasi Perak Bali I NYoman Mudita saat ditemui di Denpasar (22/10) mengungkapkan kondisi krisis ekonomi di Amerika dan Eropa tidak terlalu berdampak pada ekspor perak Bali. Apalagi dengan berkembangnya pasar ekspor perak di Asia menyebabkan semakin meningkatnya permintaan akan kerajinan perak Bali.
Pasar Asia seperti Jepang, Vietnam cukup bagus, begitu juga dengan Malaysia dan Australia. Walaupun krisis moneter tetapi di dunia internasional dunia fashion sangat besar ujar I Nyoman Mudita.
Mudita menyebutkan rata-rata nilai produksi kerajinan perak di Bali mencapai Rp. 150 Milyar perbulan. Dari nilai tersebut sekitar 80 persen kerajinan perak Bali tersebut untuk pasar ekspor dan hanya 20 persen yang diserap oleh pasar dalam negeri.
Muditha menambahkan Permintaan akan kerajinan perak Bali pada dasarnya cukup tinggi tetapi karena keterbatasan bahan baku menyebabkan tingginya permintaan tidak terlayani. Dimana pengerajin perak di Bali hanya mendapatkan pasokan bahan baku perak mencapai 5-6 ton perbulan.(mlt)
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2828 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2038 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1987 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun