Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Diduga Keras Orang Dalam, Racun Diselidiki Labfor
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Aparat kepolisian Poltabes Denpasar belum menemukan titik terang siapa pelaku yang membunuh dua karyawan Titiles Suparli alias Candra dan Suparmi, pada Senin (09/11) lalu. Akan tetapi, Polisi menyakini, pelakunya orang dalam.
Demikian dikatakan sumber yang terpercaya di Poltabes Denpasar, Rabu (11/11). Menurut sumber itu, dugaan mengarah ke sana (orang dalam) memang ada, mengingat kasusnya berada di wilayah TKP (Titiles).
“Yang jelas pelakunya dipastikan orang dalam,†tegas sumber yang enggan namanya ditulis.
Penyelidikan juga diarahkan kepada motif dendam pribadi dan dendam pekerjaan.
Sejumlah saksi karyawan, diakui sumber, telah diperiksa. Untuk mengetahui, sejauh mana peran para korban (Candra dan Suparmi) saat bekerja diperusahaan Titiles.
“Apakah korban pernah menyakiti hati karyawan lain, itu yang masih kita selidiki. Masalah pekerjaan juga kita selidiki,†ucap sumber.
Terletak bagaimana polisi menyelidiki kasus itu, sumber mengakui, ada kesulitan tersendiri yang dirasakan petugas, terkait asal muasal racun yang menewaskan dua korbannya.
Soal itu, sumber enggan menjelaskannya secara mendetail.
Barang bukti yang ditemukan di lokasi yakni, botol mineral berisi teh celup yang diseduh para korbannya, kini masih diteliti tim laboratorium forensik mabes Polri cabang Denpasar.
“Semua barang bukti sudah dibawa ke labfor untuk diteliti,†sambungnya.
Kapoltabes Denpasar Kombes Pol Drs Gde Alit Widana yang dikonfirmasi wartawan mengatakan, penyelidikan belum ada perkembangan. Sebab, anggotanya di lapangan masih melakukan pemeriksaan dan pengembangan untuk mencari sosok pelakunya.
“Sabar, masih kita selidiki. Kalau sudah ada kabar, kita kabari,†terang perwira melati tiga dipundak ini.
Candra dan Suparmi tewas mengenaskan setelah meminum teh celup Sosro yang mereka seduh, saat bekerja di perusahaan pengolahan daging Titiles di Jalan Diponegoro Denpasar.
Dari penyelidikan aparat kepolisian, setelah menyeduh teh celup, mereka pun memasukkannya kedalam botol mineral dan menyimpannya di kulkas untuk didinginkan.
Tragisnya, mereka tidak mengetahui, air seduhan di botol mineral telah dicampur racun oleh pelaku tak dikenal yang diduga karyawan setempat.
Candra tewas saat menjalani perawatan di rumah sakit Udayana, sedangkan Suparmi yang tinggal di Jalan Nusa Kambangan Pekambingan Denpasar, tewas setelah dirawat intensif di RSUP Sanglah.
Selain kedua korban, ada tiga korban lainnya yang masih hidup, yakni, Arifin Waloeyo, Ni Nyoman Reni dan Selvi Gustina.
Tiga temannya itu tidak sampai menelan minuman yang diseduh para korbannnya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6032 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4701 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2669 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2360 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2249 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan