Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Pemprov: Vaksin Rabies Tidak Diperjualbelikan
Beritabali.com, Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemprov Bali menyatakan, Vaksin Anti Rabies (VAR) telah disebar ke kabupaten/kota di Bali. VAR dibagikan secara gratis kepada pasien dan tidak untuk dibisniskan atau diperjualbelikan.
“Pemprov Bali telah menyediakan dana untuk program Bali bebas rabies sebesar Rp 10 miliar. Dana ini digunakan untuk membangun rabies center di kabupaten/kota serta membagikan VAR secara gratis,†jelas Humas Pemprov Bali Putu Suardhika (17/11).
Meski gratis, Suardhika mengaku kesulitan untuk menyebarkan VAR ke RS kabupaten/kota di Bali karena proses pengadaannya yang sangat sulit.
“Pemprov Bali kesulitan dalam pengadaan VAR karena agen yang khusus menyalurkan vaksin hanya ada satu, yaitu PT Tempo. Mereka tidak berani menyediakan stok VAR dalam jumlah banyak karena prosesnya sangat sulit. Diantaranya harus memperhatikan suhu. Sangat hati-hati sehingga tidak ada VAR yang terbuang," jelas Suardhika.
Baca juga:
Menyimak Sosok Samar di Karya Seni Made Kaek
Di Bali, rabies kini telah menyebar di enam wilayah yakni Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Tabanan, Gianyar, Bangli, Karangasem.
Hingga saat ini sudah tercatat 14.264 kasus gigitan anjing, dan sebanyak 15 warga meninggal dunia. (ctg)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4411 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1904 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1507 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 996 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 928 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun