Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
1 Unit Villa Komaneka Terbakar, Turis Jepang Selamat
Beritabali.com, Ubud
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Akibat selang gas pemanas air bocor, satu dari 10 buah bungalows di Villa Komaneka di Banjar Tanggayuda, Kedewatan, Ubud ludes terbakar, Rabu (18/11). Seorang tamu villa asal Jepang, Yui Sugana, selamat dari kobaran api.
Berdasarkan keterangan dikumpulkan di lapangan, kejadian ini pertama kali diketahui oleh Astari salah satu karyawan setempat.
Baca juga:
Hotel Terbang Bertenaga Nuklir Mengudara
Saat kejadian, ia berada di Terrace Caf tak jauh dari Bungalows tersebut. Waktu itu ia melihat mesin pemanas air di bungalows bernomor 104 mengeluarkan asap.
Astari kemudian melaporke bagian Front Office dan diteruskan ke bagian yang lain. Seluruh karyawan villa kemudian mengeluarkan barang milik turis Jepang, Yui Sugana yang saat itu sedang sarapan pagi.
Api semakin membesar hingga 1 buah Bungalows ini ludes terbakar. Pemadam kebakaran datang setelah bungalows habis terbakar.
Ketika dimintai keterangannya, Kapolsek Ubud, AKP A.A Sena seijin Kapolres Gianyar, AKBP I Ketut Suardana membenarkan kejadian ini.
Akibat kejadian ini, pihak pengelola Villa mengaku mengalami kerugian kurang lebih Rp 50 Juta, “ jelasnya. (art)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2942 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2015 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun