Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
RSUD Negara Tolak Tiga Pasien Hamil
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Tiga orang pasien kebidanan yang ingin melahirkan di RSUD Negara terpaksa harus gigit jari. Pasalnya, tiga pasien tersebut “ditolak†oleh rumah sakit satu-satunya milik Pemkab Jembrana.
Lantaran ditolak, tiga orang pasien tersebut akhirnya memilih melahirkan di sebuah rumah sakit swasta di bilangan Kota Negara.
Ketika ditemui di rumah sakit swasta tersebut, ketiga orang pasien masing-masing Komang Resiani (29), warga Dusun Petanahan, Batuagung, Jembrana, Putu Sudiartini warga Dusun Tunas Mekar, Manistutu, Melaya dan Putu Eka Sagitarini, warga Banjar Pasar, Yehembang, Mendoyo mengungkapkan mereka masuk ke RSUD Negara pada hari yang berbeda, namun sayangnya mereka “ditolak†oleh pihak RSUD Negara.
Menurut Ketut Mudiastra (38), suami dari Resiani, istrinya masuk RSUD Negara pada Senin (30/11) pagi dan langsung masuk ruang observasi.
Namun, kata Mudiastra, sorenya seorang bidan yang menangani istrinya itu menyampaikan kalau proses persalinan tidak bisa dilaksanakan dengan alasan jadwal tidak ada.
“Karena khawatir terjadi apa-apa dengan istri saya, saya memilih membawanya ke rumah sakit swasta,†akunya.
Mudiastra tidak mengerti mengapa setelah menunggu lama dan sempat dirawat baru disampaikan kalau persalinan istrinya tidak bisa dilakukan.
“Kami warga biasa tidak paham apa-apa, jangan dibuat bingung,†tandasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Gede Anom, suami dari Putu Sudiartini yang ketika masuk RSUD Negara sudah bukaan dua.
Menurut Anom, sejak istrinya masuk ruang UGD pada Minggu (29/11) sore hingga ke ruang bersalin nyaris tidak ada masalah yang berarti.
“Namun masalah baru muncul ketika petugas rumah sakit mengatakan kalau jadwal operasi caesar hanya ada pada hari Rabu dan Jumat. Saya tidak mengerti dengan alasan yang seolah-olah dicari-cari,†tandasnya.
Hal yang sama juga dilontarkan Gede Wiadnyana, suami dari Putu Eka Sagitarini. “Rugi saya jauh-jauh datang dari Yeh Embang, sampai di rumah sakit ditolak,†ujarnya seraya mengucapkan syukur kalau anaknya lahir dengan cara normal.
Sementara itu Direktur RSUD Negara dr. I Gede Wiadnyana saat dikonfrimasi, membenarkan ada pasien hamil yang datang ke RSU Negara, namun pihaknya membantah kalau dikatakan menolak pasien tersebut.
Menurut Wiadnyana, terhadap ketiga pasien hamil itu pihaknya telah melakukan pemeriksaan yang cukup namun karena belum ada indikasi akan melahirkan sehingga disarankan untuk dibawa pulang.
“Kalau nantinya ada gejala sakit atau tanda-tanda mau melahirkan, kami mempersilahkan membawanya kembali ke rumah sakit namun ternyata mereka tak datang dan memilih melahirkan ke RS Swasta,†terangnya.
Terkait operasi caesar, Wiadnyana menambahkan pihaknya harus memperhitungkan dua indikasi yakni indikasi medis dan indikasi sosial.
“Kalau indikasi sosial yaitu operasi karena permintaan pasien, kami bisa saja lakukan tapi tidak ditanggung JKJ. Namun kalau menurut kami indikasi medis yang mengharuskan kami untuk operasi, kami akan lakukan dengan tanpa melihat jadwal dan biayanya ditanggung sepenuhnya oleh JKJ,†bebernya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun