Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 27 Juni 2026
Belasan Rumah Diterjang Puting Beliung
BERITABALI.COM, BULELENG.
Angin puting beliung kembali melanda Buleleng. Kali ini menerjang Dusun Munduk Kunci, Desa Tegallingah, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Akibat terjangan angin puting beliung ini, belasan rumah porak poranda dan sejumlah warga mengungsi.
Sedikitnya dua belas rumah di Dusun Munduk Kunci Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Selasa (5/1) sore
diterjang angin puting beliung. Empat diantaranya porak poranda lantaran atap rumah diterbangkan angin.
Kondisi tersebut menimbulkan kepanikan warga dalam suasana hujan yang deras. “Tiba-tiba saja angin yang berputar itu datang dari arah timur laut dan langsung menerjang rumah saya, bagian belakang terangkat dan dihempaskan angin, beberapa genting bocor,” ungkap seorang warga, Sadianah (40).
Kepala Dusun Munduk Kunci, Bahzah, yang langsung melakukan pendataan terhadap warganya mengaku belum mengetahui secara pasti kerugian warganya akibat hempasan angin puting beliung.
" Kita masih melakukan pendataan, yang jelas ada dua belas rumah menjadi korban dan empat rumah porak poranda,” ujarnya. Saat angin puting beliung menerjang, kepanikan sempat melanda warga lantaran angin yang berputar-putar menerbangkan sejumlah atap rumah yang dilalui. Selain rumah, puluhan pohon juga tumbang akibat hempasan angin tersebut.
Akibat terjangan angin puting beliung tersebut, sejumlah warga mengungsi ke rumah sanak keluarga terdekat. Ini karena atap rumahnya diterbangkan angin dan kondisi rumah tidak bisa dihuni.
Di lokasi peristiwa, sejumlah warga terlihat bergotong royong melakukan perbaikan rumah yang rusak ringan. Sedangkan rumah yang mengalami rusak berat dibiarkan untuk sementara waktu.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun