Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Digigit Anjing Gila, Made Lusir Tewas
Beritabali.com, Ungasan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Korban tewas akibat gigitan anjing rabies di Bali bertambah. Kali ini korbannya warga Ungasan, Kabupaten Badung Bali. Korban digigit anjing gila saat sedang mencari makanan ternak sapi di sekitar rumahnya.
Made Lusir (60) tewas setelah sempat dirawat selama 3 hari di RSUP Sanglah Denpasar. Jenazah Lusir kemudian dibawa keluarga ke rumahnya, di Banjar Wijaya Kusuma, Ungasan, Badung.
Menurut pihak keluarga, sebelum tewas, Lusir sempat digigit seekor anjing liar yang diduga kuat anjing rabies, saat sedang mencari rumput pakan ternak di sekitar rumahnya.
“Yang kena gigit kaki kanannya, bapak langsung dibawa ke puskesmas, tapi tidak tahu apa sudah disuntik anti rabies atau belum,” kata istri Lusir, Ni Wayan Semprong.
Usai menjalani perawatan di puskesmas setempat, kondisi kesehatan Lusir bukannya membaik namun malah sebaliknya semakin memburuk. Lusir kemudian dibawa ke RSUP Sanglah Denpasar untuk dirawat lebih intensif hingga akhirnya meninggal dunia.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Bali, korban tewas akibat gigitan anjing gila di Bali hingga kini sudah mencapai 22 orang. Sebelumnya Bali juga sudah ditetapkan sebagai daerah KLB (kejadian luar biasa) rabies.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2942 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2015 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun