Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Korban BCA Bertambah Jadi 18 Nasabah

Beritabali.com, Kuta

Rabu, 20 Januari 2010, 13:42 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Jajaran kepolisian Polda Bali kian puyeng menghentikan aksi kejahatan internet banking, yang sejak 3 hari belakangan meneror para nasabah Bank di Bali. Parahnya, hingga Rabu (20/1), jumlah korbannya bertambah 18 orang dari jumlah terdahulu 13 orang. 

Bertambahnya jumlah para nasabah yang melapor di kantor polisi, dijelaskan Kapolda Bali Irjen Pol Sutisna disela-sela acara sosialisasi undang undang lalu-lintas UU no 22 tahun 2009, di Kuta.

Menurut Kapolda, jumlah korbannya kini hampir mencapai 20 orang dan melaporkan kerugian masing masing di Bank BCA, Permata dan BNI.
Sekitar 20 orang yang sudah melapor kehilangan uang di Bank BCA, Permata dan BNI, kata Kapolda.

Beruntunnya kasus ini terjadi, Kapolda menghimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati hati bertransaksi. Jika perlu, para nasabah selalu merubah - rubah PIN, untuk menghindari kebobolan.

Kapolda menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam menyelidikinya. Namun disisi lain, pihaknya juga tidak menyalahkan pihak Bank, karena kasusnya masih diselidiki. Kami tidak bisa menyalahkan pihak Bank, karena itu sudah terjadi. Ini masih kita selidiki, ungkapnya.

Pihak kepolisian, kata Jenderal Bintang dua ini, masih melakukan koordinasi dengan pihak Bank, untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Koordinasi juga dilakukan untuk mengantisifasi agar kasus itu tidak beruntun menimpa para nasabah.

Kita harus menanyakan upaya-upaya apa yang akan dilakukan, jangan sampai terjadi lagi terus menerus, cemasnya. Disinggung apakah ada target untuk mempercepat penyelidikan, Kapolda menjawab semuanya tergantung dalam proses penyelidikan.

Sebab, ungkapnya, tidak mudah menuntaskan kasus tersebut, karena menyangkut TI (teknologi informasi). Apalagi, dalam penilaian Kapolda, kelompok hacker ini merupakan orang-orang yang pintar memanfaatkan teknologi.

Mereka itu yang tahu, orang-orang yang mengerti di bidang itulah. Kalau gak ngerti mana bisa dia melakukan itu. Tapi kita belum tau siapa pelakunya, tebaknya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami