Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Puting Beliung Terjang Taro
Beritabali.com, Tegalalang
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Angin puting beliung disertai hujan terjadi di Banjar Pakuseba, Desa Taro, Tegallalang, Gianyar, Senin (25/1). Akibat kejadian ini, puluhan pohon dan rumah rusak.
Kejadian ini terjadi sekitar pukul 15.30 Wita. Serangan angin mendadak ini membuat sejumlah pohon-pohon milik warga roboh bertumbangan. Bahkan, satu rumah milik warga rusak akibat tertimpa jatuhan pohon.
Kelian Banjar Pakuseba, Wayan Ardawan mengatakan dalam peristiwa itu tidak ada kerusakan yang parah dan korban jiwa. Dari beberapa rumah warga yang mengalami kerusakan bagian atapnya, satu rumah warga milik Ketut Suparta mengalami kerusakan paling parah.
Rumah tersebut tertimpa pohon jenis cengkeh berukuran besar yang tumbang diterjang angin. Selain itu, ada kandang sapi warga yang ada di tegalan tertimpa pohon dan mengakibatkan sapi yang ada di kandang terluka.
Angin puting beliung ini terjadi sangat cepat. Setelah hujan menimpa wilayah banjar Pakuseba, tiba-tiba datang angin kencang yang tak diketahui asalnya.
Wilayah yang dilanda angin kencang merupakan wilayah pemukiman dan kawasan kebun milik warga. “Kerusakan parah terjadi di kawasan tegal milik warga,” jelasnya.
Hingga Senin sore, belum ada petugas yang datang ke lokasi. Warga masih melakukan pembersihan sejumlah pohon tumbang yang menutupi akses jalan serta memperbaiki atap rumah beberapa warga yang mengalami kerusakan.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2956 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2019 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun