Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Maulidin Ditemukan Tewas Di Sawah
Beritabali.com, Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Tepat di Hari Valentine, warga Lingkungan Mertasari, Kelurahan Loloan Timur, Jembrana digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki yang terlentang di sungai kecil dekat persawahan. Belakangan mayat tersebut diketahui bernama Maulidin (19), warga Lingkungan Terusan, Loloan Barat, Negara.
Dari pantauan di lokasi penemuan mayat, Minggu (14/2), saat ditemukan pertama kali mayat tersebut mengenakan celana jeans dan baju coklat.
Bagian dagunya tampak luka sobek dan dari hidung, mulut dan telinganya tampak mengeluarkan darah. Dalam sekejap warga berbondong-bondong datang ke lokasi kejadian.
Warga yang berkerumun sebagian besar menduga kalau mayat tersebut merupakan korban pembunuhan yang disertai dengan adanya perkelahian.
Indikasinya, di bagian barat jalan TKP ada rerumputan dan pohon kecil yang tidak lagi berdiri tegak. Setelah itu diduga pergumulan bergeser sekitar lima meter ke arah timur, tepatnya di selokan pematang sawah. Di selokan inilah diduga korban dihabisi oleh lawan berkelahinya lalu ditinggalkan begitu saja.
Namun dugaan tersebut dipatahkan oleh penelurusan oleh Polres Jembrana. Korban yang belakangan diketahui bernama Maulidin itu diduga tewas akibat terjatuh dari sepeda motor.
Dari informasi yang dihimpun, Sabtu (13/2) sekitar pukul 21.30 Maulidin sempat jalan-jalan mengendarai sepeda motor Suzuki Satria DK 3675 WT dengan membonceng teman sekampungnya, Rahman. Sepeda motor itu sendiri merupakan milik Sapuan, warga Dusun Kombading, Pengambengan, Negara yang saat itus sedang asyik berpacaran di sekitar TKP yang kebetulan tempatnya sepi.
Setelah puas jalan-jalan keliling kota Negara, Maulidin masih membonceng Rahman bermaksud mengembalikan sepeda motor kepada Sapuan.Diduga saat mengedarai sepeda motor Maulidin sedang mabuk sehingga motor dijalankan dengan kecepatan tinggi.
Setibanya di TKP dengan kondisi jalan sepi, sepeda motor oleng lalu Maulidin dan Rahman jatuh terpental. Ketika terjatuh, Rahman dalam kondisi pingsan. Setelah siuman, Rahman mencoba mencari Maulidin di sekitar sepda motor jatuh namun tidak diketemukan yang ada hanya sepeda motornya saja.
Lantaran tidak menemukan Maulidin, Rahman lalu menghubungi teman-teman lainnya. Kendati dibantu enam orang temannya yang datang ketika dihubungi Rahman namun Maulidin tetap tidak ditemukan sampai akhirnya Rahman dan enam temannya meninggalkan TKP dengan membawa serta sepeda motor milik Sapuan.
Keberadaan Maulidin baru jelas, Minggu (14/2) pagi ketika Made Sugita (50) warga setempat yang hendak pergi ke sawahnya melihat mayat terlentang di dekat pematang sawah.
Saat ditemukan, posisi Maulidin berada 400 meter dari lokasi jatuhnya sepeda motor. Diduga, saat jatuh Maulidin terpental hingga 400 meter. Dugaan lainnya, Maulidin sempat bangun dan berjalan sejauh 400 meter lalu ambruk di tempat ditemukannya menjadi mayat.
Kapolres Jembrana, AKBP Ahmad Nurwakhid ditemui, Minggu (14/2) mengatakan dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi diduga Maulidin tewas akibat lakalantas. Kendati demikian, Nurwakhid mengaku masih mendalaminya. “Untuk sementara lakalantas, bukan pembunuhan,” terang Nurwakhid.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2917 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2047 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2010 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1808 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun