Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ribuan Orang Akan Ikut Ritual Ci Suak Massal

Beritabali.com, Tanjung Benoa

Rabu, 5 Mei 2010, 06:15 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Ribuan orang diperkirakan akan hadir pada perayaan Shie Jit Thien Sang Sen Muk atau memperingati hari lahirnya Dewa Perdagangan Antar Pulau, di Klenteng Caow Eng Bio Tanjung Benoa, Kabupaten Badung, Bali. Perayaan akan diisi dengan Ci Suak atau ruwatan massal yang diikuti oleh ribuan orang. 

Perayaan Shie Jit Thien Sang Sen Muk atau memperingati hari lahirnya Dewa Perdagangan Antar Pulau, di Klenteng Caow Eng Bio Tanjung Benoa, Kabupaten Badung, Bali, ini akan digelar mulai tanggal 6 hingga 9 Mei 2010 mendatang.

Menurut pihak panitia penyelenggara upacara, perayaan yang dipimpin 3 orang Bio Kong atau pendeta ini akan diikuti oleh umat Konghucu, Tao, dan Budha yang datang dari seluruh Bali dan beberapa Kota di Indonesia seperti Jakarta dan Surabaya.

Selain itu kami juga akan mengundang saudara-saudara umat Hindu dan Muslim yang ada di daerah Tanjung Benoa untuk hadir sebagai wujud persaudaraan dan kerukunan antar umat beragama, jelas Ketua Panitia Upacara sekaligus pengurus Klenteng, Liong Siu Yang, yang mempunyai nama Bali Nyoman Suyanti Adiartha.

Selain menggelar persembahyangan di Klenteng, dalam perayaan Shie Jit Thien Sang Sen Muk ini juga akan di gelar ritual Ci Suak massal, yang digelar di areal Klenteng.

Kami akan menggelar Ci Suak, dalam bahasa Balinya disebut mebayuh, buang sial, atau ruwatan massal. Hingga saat ini seribu Undangan sudah disebarkan . Ci Suak massal ini akan digelar setiap hari sejak pagi hingga malam mulai tanggal 6 hingga 9 Mei, jelas Nyoman Suyanti, hari ini (5/5).

Untuk bisa mengikuti ritual Ci Suak atau buang sial massal ini, setiap peserta dikenai biaya Rp 100 ribu. Selain umat Konghucu, Tao, dan Budha, umat agama lain yang berminat juga dipersilakan ikut ritual Ci Suak massal ini.

Biaya ini untuk perlengkapan ritual Ci Suak para peserta. Semua dana yang terkumpul akan kami masukkan ke dana Yayasan Klenteng Caow Eng Bio untuk biaya penataan dan perawatan Klenteng, imbuhnya.

Perayaan Shie Jit Thien Sang Sen Muk di Klenteng Caow Eng Bio Tanjung Benoa juga diwarnai dengan pembuatan patung macan emas raksasa berukuran tinggi 3 meter dan panjang 5 meter.

Patung macan emas raksasa ini bahannya mirip dengan bahan untuk membuat ogoh-ogoh. Selama perayaan, bulu patung macan emas raksasa ini akan dibagi-bagikan kepada umat yang datang. Bulu patung macan emas raksasa ini dipercaya sebagai tolak bala dan pembawa rejeki, kata Ketua Pengurus Klenteng ini.

Klenteng Caow Eng Bio Tanjung Benoa, Kabupaten Badung, Bali, merupakan salah satu Klenteng tertua di Bali. Klenteng ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke 16 Masehi.

Klenteng ini dibangun oleh leluhur warga keturunan Cina yang ada di Tanjung Benoa, yang datang ke Bali dari daratan Tiongkok sebagai pedagang.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami