Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
Mobil Pengangkut Ambengan Terbakar
Beritabali.com, Gianyar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Mobil colt bernopol DK9237 BC yang dikemudikan oleh I Nyoman Warsana (22) asal Babakan, Gianyar terbakar Minggu (9/5) di depan Setra Beng, Gianyar, tepatnya sebelah Timur Trafic Light Beng .
Berdasarkan keterangan dikumpulkan dilapangan kejadian ini terjadi pada pukul 17.00 Wita. Kala itu, mobil dengan cat warna silver ini datang dari Timur menuju Barat.
Kala itu, penumpang Ni Made Nawa (40) mencium bau tak sedap, kemudian bertanya kepada sang sopir kenapa ada bau tak sedap.
Belum sempat dijawab mobil sudah keluar api, dan mereka berdua bergegas keluar dari mobil tersebut. Begitu mesin mobil meledak kedua penumpang mobil ini sudah keluar dari mobil tersebut.
Berselang beberapa menit kemudian, satu mobil pemadam kebakaran datang memadamkan api di lokasi kejadian. “Tiang bersyukur selamat, ” kata Nawa ketika ditemui di TKP.
Sementara itu, sang sopir, I Nyoman Warsana mengaku pemicunya keluarnya api ini sendiri disebabkan lantaran percikan api muncul dari tangki bensin yang bocor. “Tangki bocor, ditambah percikan api dari platina, jadi mesin kami terbakar, “ungkapnya.
Disisi lain, akibat kejadian ini warga Gianyar tumpah ruah menonton mobil pengangkut ambengan yang sedang terbakar.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4424 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1975 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1509 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 997 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 932 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun