Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Dua Perampok Roboh Dihajar Pelor Panas

Beritabali.com, Denpasar

Selasa, 18 Mei 2010, 19:38 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Dua perampok roboh bermandikan darah, setelah kakinya ditembak timah panas oleh jajaran reserse kriminal Polsek Denpasar Selatan, pada Minggu (16/5) dini hari Keduanya ditembak setelah diciduk di kamar kos mereka di Jalan Pulau Batam 1 nomor 18, Denpasar

Perampok asal Maluku ini telah beraksi di 30 TKP (tempat kejadian perkara), khususnya rumah warga asing. Keduanya masing-masing Abdul Latief Marasabessi alias Jack (39) dan Hadi Alias Boby Alias Goce (45).

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan satu unit mobil Karimun DK 804 AB dan sejumlah barang hasil curian yang totalnya mencapai Rp 800 juta.

Menurut Kapolsek Denpasar Selatan AKP Gede Ganefo, kedua tersangka ditangkap berdasarkan laporan korbannya, Asari (30), tinggal di Jalan Tukad Citarum Blok D nomor 10, Denpasar. Korban melaporkan bahwa rumahnya kecurian dan pelakunya menggunakan mobil Karimun warna hijau DK 804 AB.

Polisi yang menerima laporan melakukan pengejaran. Namun, mobil yang dikemudikan kedua tersangka keburu menghilang di tengah keramaian.

Identitas mobil kita cek di Kantor Samsat dan kita temukan banyak nama dan kita cari siapa penyewa terakhir. Mobil itu di sewa disebuh rent car di Denpasar, ulasnya, Selasa (18/05).

Setelah melacak alamat kedua tersangka, polisi melakukan perburuan ke Jalan Pulau Batam 1 nomor 18, Denpasar. Saat ditangkap sekitar pukul 01.00 dinihari, keduanya sedang berada di rumah. Mereka satu kosan tapi kamarnya berbeda. Mereka kita tangkap langsung dengan sejumlah barang bukti hasil curian, ungkapnya.

Mantan Kasat Intelkam Polres Mengwi ini menuturkan, barang bukti yang berhasil diamankan berupa, sebuah brankas, 13 Hp berbagai merk, 5 laptop, 9 jam tangan bermerk, 3 kamera, 2 lensa kamera, 2 handycam, sejumlah perhiasan emas, 4 kartu kredit, cek senilai Rp 406 juta serta uang asing senilai 18 ribu Dollar, dan Rp 3 juta, nilai total ditaksir Rp 800 juta. Kedua tersangka mengaku telah beraksi di 30 TKP sejak bulan Januari 2010 lalu. Sasarannya, rumah kosong yang dihuni turis asing dan lokal.

Saking banyaknya TKP yang disasar, kedua tersangka mengaku lupa. Namun, seingat mereka, hanya 10 rumah saja yang diingat.Yakni, 7 rumah di Densel, 2 di Kuta dan 1 di Kuta Selatan.

Dalam aksinya, kedua tersangka lebih dulu survey lokasi dengan mobil rent car sewaan. Aksi pencurian yang dilakukan pun sistematis. Bila melihat ada bule keluar dari rumahnya, pelaku langsung masuk berbekal linggis, martil serta palu.

Celakanya, kedua pelaku juga teridentifikasi sebagai pemakai narkoba, hal itu terlihat dari BB yang ditemukan polisi berupa dua alat hisap narkoba atau bong sabu yang ditemukan di kamarnya.

Diuraikan Kapolsek, kedua tersangka sebelumnya pernah beraksi di Denpasar pada tahun 2005 lalu. Setelah beraksi dan menjarah harta benda korbannya, mereka kabur ke Jakarta.

Setelah foya foya di Jakarta, keduanya kembali ke Bali dan melakukan aksi serupa. Sekilas, kedua perampok ini tergolong hidup mewah. Bisa menyewa kamar kos masing masing Rp 2 juta per bulan. Belum lagi mobil yang disewa di rentcar senilai Rp 6 juta.

Tak hanya itu, dari aksi perampokan ini, kedua tersangka kerap mengirim uang Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per bulan, kepada istrinya masing masing.

Tapi setelah kita ajak keliling untuk mencari barang bukti, mereka berusaha kabur dan terpaksa kita tembak kakinya. Tembakan peringatan sebelumnya sudah dilakukan, ungkapnya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sas



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami