Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Tradisi "Mesuryak" Antar Leluhur Kembali Ke Sorga
Beritabali.com, Bongan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Masyarakat Desa Bongan, Kecamatan Tabanan terutama di Banjar Bongan Gede dan Bongan Pala memiliki upacara khusus dalam rangkaian hari Raya Kuningan.
Upacara yang disebut "mesuryak" yang digelar setiap Hari Raya Kuningan ini sesungguhnya memiliki makna mengantar para leluhur kembali ke sorga dengan suka ria. Kesukariaan itu diimplementasikan dengan melemparkan uang yang kemudian direbut beramai-ramai oleh krama setempat.
Kelihan Adat Banjar Bongan Gede, I Made Wardana disela-sela melaksanakan upacara mesuryak Sabtu (22/5) mengatakan, ritual mesuryak ini sudah ada sejak dulu yang merupakan tradisi nenek moyang yang hingga kini masih dipertahankan.
Sejatinya kata Wardana tujuan digelarnya mesuryak ini adalah upacara untuk menghantarkan para leluhur kembali ke swarga loka dengan suka cita.
Upacara ini diakhiri dengan aksi mesuryak dengan memperebutkan uang yang dilempar ke udara. Sambil memperebutkan uang logam ataupun uang kertas warga mesuryak (bersorak) gembira.
Sebelumnya prosesi mesuryak diawali dengan persembahyangan di masing-masing merajan warga, kemudian di Pura Dalem dan Puseh setempat. Setelah prosesi upacara ini selesai, barulah masing-masing merajan melangsungkan tradisi mesuryak yang diawali dengan persembahyangan bersama di merajan.
Tradisi mesuryak dilalukan di depan kori (pintu gerbang) masing-masing yang dilengkapi banten dan sesajen yang bertujuan mengatarkan kembali para leluhur ke asalnya.
Yang menarik, tradisi mesuryak yang disimbulkan dengan melempar uang yang kemudian diperebutkan oleh warga setempat. Pria, wanita, tua, muda dan anak-anak saling berebut mendapatan uang. Besaran uang tidak dipatok tergantung dari tingkat perekonomian warga.
“sejatinya secara niskala mesuryak ini adalah untuk mengantarkan dewata/dwati (leluhur) kembali ke soarga loka, sedangkan secara sekala disimbulkan dengan melemparkan uang lalu diperebutkan banyak orang yang dapat diartikan melepas leluhur dengan suka cita,” pungkas Wardana.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2449 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1937 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1794 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun