Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Tradisi "Mesuryak" Antar Leluhur Kembali Ke Sorga
Beritabali.com, Bongan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Masyarakat Desa Bongan, Kecamatan Tabanan terutama di Banjar Bongan Gede dan Bongan Pala memiliki upacara khusus dalam rangkaian hari Raya Kuningan.
Upacara yang disebut "mesuryak" yang digelar setiap Hari Raya Kuningan ini sesungguhnya memiliki makna mengantar para leluhur kembali ke sorga dengan suka ria. Kesukariaan itu diimplementasikan dengan melemparkan uang yang kemudian direbut beramai-ramai oleh krama setempat.
Kelihan Adat Banjar Bongan Gede, I Made Wardana disela-sela melaksanakan upacara mesuryak Sabtu (22/5) mengatakan, ritual mesuryak ini sudah ada sejak dulu yang merupakan tradisi nenek moyang yang hingga kini masih dipertahankan.
Sejatinya kata Wardana tujuan digelarnya mesuryak ini adalah upacara untuk menghantarkan para leluhur kembali ke swarga loka dengan suka cita.
Upacara ini diakhiri dengan aksi mesuryak dengan memperebutkan uang yang dilempar ke udara. Sambil memperebutkan uang logam ataupun uang kertas warga mesuryak (bersorak) gembira.
Sebelumnya prosesi mesuryak diawali dengan persembahyangan di masing-masing merajan warga, kemudian di Pura Dalem dan Puseh setempat. Setelah prosesi upacara ini selesai, barulah masing-masing merajan melangsungkan tradisi mesuryak yang diawali dengan persembahyangan bersama di merajan.
Tradisi mesuryak dilalukan di depan kori (pintu gerbang) masing-masing yang dilengkapi banten dan sesajen yang bertujuan mengatarkan kembali para leluhur ke asalnya.
Yang menarik, tradisi mesuryak yang disimbulkan dengan melempar uang yang kemudian diperebutkan oleh warga setempat. Pria, wanita, tua, muda dan anak-anak saling berebut mendapatan uang. Besaran uang tidak dipatok tergantung dari tingkat perekonomian warga.
“sejatinya secara niskala mesuryak ini adalah untuk mengantarkan dewata/dwati (leluhur) kembali ke soarga loka, sedangkan secara sekala disimbulkan dengan melemparkan uang lalu diperebutkan banyak orang yang dapat diartikan melepas leluhur dengan suka cita,” pungkas Wardana.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3809 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1753 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang