Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Putus Cinta, Siswa SMAN 1 Kediri Bunuh Diri

Beritabali.com, Tabanan

Senin, 24 Mei 2010, 18:27 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

I Made Agus Mahaputra Giri (18) siswa kelas I SMAN Kediri nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pintu kamar tidurnya, perumahan BTN Taman Sekar, Desa Banjar Anyar , Kediri , Minggu malam (23/5). 

Sebelum aksi nekat yang dilakukannya, korban masih sempat mengirim SMS (pesan singkat ) terakhirnya kepada sang pacar yang berada di kampung asalnya Pupuan.

Kapolsek Kediri AKP Kompyang Sri Nadi, Senin (24/5), mengatakan paman korban yakni I Wayan Budiasa yang pertama kali melihat tubuh korban menggantung di pintu kamar korban. Saat itu sekitar pukul 22.00 Wita Minggu malam paman korban hendak memperbaiki atap dapurnya yang bocor.

Alangkah terkejutnya Budiasa ketika menoleh ke kamar korban dan melihat tubuh keponakannya telah menggelayut dengan jeratan tali rapia warna hijau.

Budiarta langsung berteriak histeris dan berusaha memberikan pertolongan kepada korban. Budiarta bersama istrinya kemudian berusaha menurunkan tubuh korban yang masih hangat.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD Tabanan untuk mendapatkan pertolongan. Namun lacur nyawa korban tidak
dapat ditolong lagi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter tidak ditemukan tanda tanda kekersan di tubuh korban selain bekas jeratan yang membekas di leher korban. Korban meninggal murni karena gantung diri, jelas Sri Nadi.

Ditambahkanya, menurut keterangan paman korban, sosok korban adalah pendiam dan tidak memiliki masalah semasa tinggal bersama paman, bibi maupun adik-adik misannya.

Sebelum nekat mengakhiri hidupnya, korban hari itu sekitar pukul 17.00 Wita baru saja datang dari kampungnya yakni Banjar Tanah Sari Desa Pajahan, Kecamatan Pupuan.

Korban juga sempat meminta tolong adik misannya untuk membelikan tali rapia warna hijau. Karena tidak memiliki firasat apa-apa, paman korban, bibi dan adik misannya tidak menaruh curiga. Malam hari sekitar pukul 8 malam, korban masih sempat bercanda gurau dengan adik misannya, jelas Sri Nadi.

Dari ponsel korban, ditemukan sejumlah SMS korban yang ditujukan kepada sahabat dan terakhir pada pacaranya yang masih duduk di bangku SMP di Pupuan. Dalam pesan singkatnya korban memohon pamit kepada pacarnya. SMS itu dikirim terakhir sekitar pukul 21.32 Wita, tambah Sri Nadi.

Inti bunyi SMS tersebut selain mohon pamit juga mendoakan pacarnya agar mendapatkan pria yang lebih baik dari dirinya tidak lupa dalam SMS tersebut korban sempat menyelipkan kata 'I Love U Forever'.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, malam itu juga jenasah korban dibawa pulang ke kampung halamannya di Banjar Tanah Sari, Desa Pajahan Kecamatan Pupuan. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami