Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Pastika : Saya Tinggal Roh
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Aksi protes para sopir taxi di Depan kantor Gubernur Bali pada 7 Juni lalu yang disertai dengan aksi Ngaben Gubernur mendapat reaksi dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika.
Gubernur mengaku sedih dengan kemerosotan moral yang ditunjukkan oleh para sopir taxi. Hal tersebut disampaikan Gubernur Bali saat melakukan dialog dengan para Pemangku Pura Khayangan Jagat se-Bali di Renon (14/6).
Menurut Pastika mengaku menangis mendengar makian para sopir taxi yang disertai alunan angkung dan kidung saat itu. saya tidak marah tapi sedih, ini sudah termasuk penodaan agama tegas Made Mangku Pastika.
Pastika berharap upacara sacral tidak dijadikan main-mainan. mereka tahu tidak bahwa sanggah cucuk yang mereka bakar dan penjor juga merupakan simbul keagungan, ujar Pastika.
Pastika mengakui tidak pantas lagi menjadi Gubernur Bali. Gubernur yang ada kan sudah diaben. Berarti saya ini sekarang tinggal roh. Atau malah saya sudah di dwijati, ujar Mantan Kapolda Bali ini.
Pastika menambahkan jika ditempuh jalur hukum 9 orang yang menjadi aktor di balik ngaben gubernur tersebut sebenarnya dapat dijerat dengan 3 sangkaan.
Pertama penghinaan, kemudian pencemaran nama baik dan penodaan agama. Jika dicari ke-9 orang ini pasti dapat. Mengejar Amrozy saja saya bisa, tegas Gubernur Bali.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1111 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 896 Kali
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 865 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 819 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 556 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun