Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
ABG Nyaris Diperkosa di Semak-Semak
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Seorang anak baru gede (ABG) nyaris diperkosa, Sabtu (03/07) sore, di semak semak depan Gang Jalan Gunung Batur Denpasar. Korban berinisial RM berusia 13 tahun itu berupaya melakukan perlawanan.
RM tinggal di seputaran Gunung Batur Denpasar dicabuli sekitar pukul 15.30 Wita. Berawal saat korban berjalan sendirian menuju rumahnya. Tiba tiba, dia didatangi seorang pemuda tak dikenal.
Pemuda tersebut berpura pura menegur korban namun korban tidak mengubrisnya, namun pemuda tersebut semakin bernafsu melihat korban. Lantaran situasi gang sedang sepi, seketika korban ditarik ke semak semak oleh pelaku.
Di semak semak itulah korban nyaris digagahi. Korban berusaha menjerit dan meronta. Pelaku terus menciumi leher korban hingga sampai merah.Keder akan teriakan korban, pelaku akhirnya memilih kabur ketimbang dikeroyok massa.Kejadian ini kemudian dilaporkan korban ke orangtuanya, EA (45) dan kemudian membuat laporan di Poltabes Denpasar.
Pahumas Poltabes Denpasar Kompol Sukawiyasa mengatakan, pihaknya masih mengejar pelakunya berdasarkan ciri cirri yang dilaporkan korbannya.Masih dikejar pelakunya, doakan saja cepat tertangkap, ucapnya, Selasa (06/07).
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2025 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun