Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Belut Goreng Tabanan Disukai Turis
BERITABALI.COM, TABANAN.
Produk hasil olahan perikanan di Kabupaten Tabanan ternyata tidak hanya berupa pindang, seperti yang selama ini dikenal oleh masyarakat. Namun sejak awal tahun 2000-an lalu juga mulai berkembang hasil olahan berupa belut goreng.
Selain dipasarkan di warung-warung dan swalayan, belut goreng dari Tabanan ini juga disukai para turis.Ni Wayan Rusmini, pengolah belut yang tinggal di Kediri, Tabanan mengungkapkan usaha belut goreng ini mulai ditekuni pada awal tahun 2000-an.
Bila awalnya hanya dipasarkan di warung-warung kecil di sekitar Kediri, seiring perjalanan waktu belut gorengnya yang kini dilengkapi label sudah merambah ke restoran besar dan swalayan yang ada di Tabanan, Badung, Denpasar serta kota lainnya di Bali.
Selain itu, belut gorengnya juga sering dijadikan oleh-oleh para wisatawan manca negara. “Belut goreng yang saya produksi ini juga sering dibeli untuk oleh-oleh dibawa ke luar negeri,” kata Rusmini.Menurutnya, pada awalnya berdirinya bersama beberapa anggota keluarga yang lain rata-rata hanya mengolah belut goreng ini sejumlah 5 – 10 Kg saja. Namun kini setiap hari omzetnya rata-rata sudah mencapai 25 Kg“Belut goreng saya jual dengan harga Rp 100 ribu/Kg,” katanya sambil menambahkan, bahan bakunya berupa belut hidup dibeli dengan kisaran harga Rp 20 – 30 ribu/Kg.
“Kalau pas musimnya dan belut melimpah, saya beli seharaga Rp 20 ribu sekilo. Tapi kalau pas tidak musim harganya naik bisa menjadi Rp 30 – 35 ribu per kilo,” ujarnya.
Dikatakan, belut yang diolahnya berasal dari sekitar Kecamatan Kediri. Namun ketika pasokan dari dari Kecamatan Kediri berkurang, dirinya terpaksa membeli belut dari Jawa.
“Dibandingkan belut dari Jawa, belut dari Bali lebih disukai konsumen karena ukurannya yang kecil-kecil. Selain itu, rasanya juga lebih gurih,” katanya.
Peraih juara I tingkat provinsi lomba pengolahan hasil perikanan ini menambahkan, untuk mengembangkan pasar belut gorengnya, dirinya telah menempuh berbagai cara. Di antaranya yang dilakukannya kali ini, yakni mengikuti pameran bersama Diskanlaut Tabanan di acara Parade Budaya di Tanah Lot tahun lalu.
“Respon pengunjung ternyata cukup bagus, belut goreng yang dipamerkan sudah banyak yang laku. Pembelinya tidak hanya orang lokal, tapi banyak juga para wisatawan asing,” katanya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5941 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4655 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2625 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2280 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan