Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
BKSDA : Itu Kemungkinan Macan Atau Kucing Hutan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali menyatakan, binatang yang menyerang kambing dan anjing warga di Selemadeg Tabanan Bali kemungkinan macan atau kucing hutan. Sementara dugaan Harimau Loreng Bali (Panthera Tigris Balica) masih terlalu sumir karena kurangnya bukti yang ditemukan di lokasi penyerangan.
Hal ini disampaikan Kepala seksi Wilayah I BKSDA Bali, Sumarsono, di Denpasar Bali (12/8).Menurut Sumarsono, jejak kaki yang ditemukan di sekitar lokasi penyerangan binatang yang diduga Harimau Bali, tidak cocok dengan ciri-ciri fisik seekor harimau dewasa.
Jejak kakinya terlalu kecil untuk ukuran seekor harimau dewasa. Seekor harimau dewasa beratnya bisa mencapai 180 hingga 245 kilogram. Jadi jejaknya pasti besar sesuai dengan bentuk tubuhnya yang besar, jelas Sumarsono.Selain jejak kaki yang kecil, indikator lainnya adalah kondisi fisik korban yang diserang.
Kondisi kambing yang diserang utuh. Padahal kalau harimau menyerang, pasti serangannya akut, pasti habis dimakan. Minimal isi perut binatang yang diserang pasti habis, jelas pria yang membawahi wilayah Denpasar, Badung, Tabanan, hingga Gilimanuk ini.Karena dugaan harimau sumir, Sumarsono menduga binatang yang menyerang kambing dan anjing warga di sekitar hutan Siong Tabanan adalah macan atau kucing hutan.
Kalau macan tutul dan macan kumbang, masih ada beberapa ekor yang masih hidup di wilayah hutan itu. Kucing hutan juga masih banyak. Sepasang kucing hutan terakhir kita lepas 4 tahun lalu, ujarnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3823 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1767 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang