Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
BKSDA : Itu Kemungkinan Macan Atau Kucing Hutan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali menyatakan, binatang yang menyerang kambing dan anjing warga di Selemadeg Tabanan Bali kemungkinan macan atau kucing hutan. Sementara dugaan Harimau Loreng Bali (Panthera Tigris Balica) masih terlalu sumir karena kurangnya bukti yang ditemukan di lokasi penyerangan.
Hal ini disampaikan Kepala seksi Wilayah I BKSDA Bali, Sumarsono, di Denpasar Bali (12/8).Menurut Sumarsono, jejak kaki yang ditemukan di sekitar lokasi penyerangan binatang yang diduga Harimau Bali, tidak cocok dengan ciri-ciri fisik seekor harimau dewasa.
Jejak kakinya terlalu kecil untuk ukuran seekor harimau dewasa. Seekor harimau dewasa beratnya bisa mencapai 180 hingga 245 kilogram. Jadi jejaknya pasti besar sesuai dengan bentuk tubuhnya yang besar, jelas Sumarsono.Selain jejak kaki yang kecil, indikator lainnya adalah kondisi fisik korban yang diserang.
Kondisi kambing yang diserang utuh. Padahal kalau harimau menyerang, pasti serangannya akut, pasti habis dimakan. Minimal isi perut binatang yang diserang pasti habis, jelas pria yang membawahi wilayah Denpasar, Badung, Tabanan, hingga Gilimanuk ini.Karena dugaan harimau sumir, Sumarsono menduga binatang yang menyerang kambing dan anjing warga di sekitar hutan Siong Tabanan adalah macan atau kucing hutan.
Kalau macan tutul dan macan kumbang, masih ada beberapa ekor yang masih hidup di wilayah hutan itu. Kucing hutan juga masih banyak. Sepasang kucing hutan terakhir kita lepas 4 tahun lalu, ujarnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5920 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2266 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan