Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
BKSDA : Itu Kemungkinan Macan Atau Kucing Hutan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali menyatakan, binatang yang menyerang kambing dan anjing warga di Selemadeg Tabanan Bali kemungkinan macan atau kucing hutan. Sementara dugaan Harimau Loreng Bali (Panthera Tigris Balica) masih terlalu sumir karena kurangnya bukti yang ditemukan di lokasi penyerangan.
Hal ini disampaikan Kepala seksi Wilayah I BKSDA Bali, Sumarsono, di Denpasar Bali (12/8).Menurut Sumarsono, jejak kaki yang ditemukan di sekitar lokasi penyerangan binatang yang diduga Harimau Bali, tidak cocok dengan ciri-ciri fisik seekor harimau dewasa.
Jejak kakinya terlalu kecil untuk ukuran seekor harimau dewasa. Seekor harimau dewasa beratnya bisa mencapai 180 hingga 245 kilogram. Jadi jejaknya pasti besar sesuai dengan bentuk tubuhnya yang besar, jelas Sumarsono.Selain jejak kaki yang kecil, indikator lainnya adalah kondisi fisik korban yang diserang.
Kondisi kambing yang diserang utuh. Padahal kalau harimau menyerang, pasti serangannya akut, pasti habis dimakan. Minimal isi perut binatang yang diserang pasti habis, jelas pria yang membawahi wilayah Denpasar, Badung, Tabanan, hingga Gilimanuk ini.Karena dugaan harimau sumir, Sumarsono menduga binatang yang menyerang kambing dan anjing warga di sekitar hutan Siong Tabanan adalah macan atau kucing hutan.
Kalau macan tutul dan macan kumbang, masih ada beberapa ekor yang masih hidup di wilayah hutan itu. Kucing hutan juga masih banyak. Sepasang kucing hutan terakhir kita lepas 4 tahun lalu, ujarnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3321 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 789 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 729 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan