Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 13 Juni 2026
Harimau Serang Ternak Warga Karena Habitatnya Terusik
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kambing dan anjing warga di wilayah Selemadeg Barat diserang binatang yang diduga seekor harimau. Hal ini bisa terjadi karena habitat asli binatang buas tersebut sudah terusik oleh aktivitas manusia.
Binatang buas seperti harimau atau macan keluar hutan dan menyerang ternak warga, ini akibat habitatnya sudah terusik. Terlalu banyak masyarakat yang masuk hutan di wilayah itu (Siong Selemadeg), terlalu banyak aktivitas masyarakat di tengah hutan seperti mengambil bambu atau kayu hutan untuk berbagai keperluan, ujar Kepala Seksi Wilayah I Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Sumarsono.
Karena habitatnya terusik, binatang buas penghuni hutan di wilayah Selemadeg Tabanan seperti harimau atau macan, kemudian keluar habitatnya untuk mencari makanan atau sumber air.Karena di habitatnya susah mencari makan, maka binatang-binatang itu menyerang ternak warga seperti kambing dan anjing beberapa waktu lalu, jelas Sumarsono.
Menurut Sumarsono, ketersediaan makanan seperti rusa di wilayah hutan Selemadeg Barat, hingga saat ini masih cukup bagi binatang buas pemakan daging seperti macan tutul atau kumbang yang masih hidup di dalam hutan.Jadi kalau habitatnya tidak terusik oleh tingginya aktivitas warga di dalam hutan, maka harimau atau macan yang hidup di dalam hutan akan mengejar rusa atau kijang untuk dimakan, tidak menyerang ternak warga seperti yang terjadi sekarang, ujarnya.
Sementara soal keberadaan Harimau Loreng Bali yang dituding menyerang ternak warga sekitar hutan Siong beberapa hari lalu, Sumarsono menyatakan masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli