Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 30 Juni 2026
Ribuan Simpatisan Hadiri Deklarasi Jaya Negara
Beritabali.com, Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Deklarasi kandidat Kartikajaya dan I Gusti Ngurah Cipta Negara (Jaya Negara), dan 12 parpol pengusungnya, diataranya Partai Gerindra, PPP, PKPB, PKS, PAN, PDP, PIS, PKPI, PKNU, PDS, PPPI dan PKP dilaksanakan di halaman hotel Jimbarwana Senin (5/10), sekitar 5000 masa yang terdiri dari Pengurus jaringan dan simpul 3J ( Jaringan Jaya Jembrana) dan Pengurus dan simpatisan Parpolï serta masa pendukung paket Jaya Negara, memadati halaman hotel Jimbarwana.
IGM Kartikajaya, dalam orasi politiknya banyak mengkritisi, soal pertanian dan nelayan, termasuk program kesehatan, yang masih perlu banyak dibenahi, pilar dari peningkatan kesejahtreaan masyarakat perlu dibenahi dari sektor pertanian. Kartika juga menegaskan dalam pilkada ini, tidak akan menggunakan segala cara untuk memenangkan tarung di Pilkada.
"Kami inginkan demokrasi bersih aman dan berkwalitas karena dari sini pula akan memberikan pengaruh pada pengalaman berdemokrasi pada masyarakat, etika moral, prilaku politik harus baik, tanpa mengahalalkan segara cara, tandasnya.
Dijelaskan pula bila dijinkan untuk menjadi bupati, pihaknya tidak akan jadi penguasa atau raja melainkan menjalankan roda pemerintahan sebagai pemimpin, bukan raja atau penguasa.
Sementara IGN Cipta Negara yang berpaket dengan Kartikajaya dalam orasinya mengatakan seorang pemimpin harus jelas agamanya, dan jadi pemimpin tidah harus tempramen.
Cipta berjanji bila diijinkan menjadi wakil bupati akan mengubah sistem kepemimpinan. "Sewaka darma konsep melayani masyarakat, bukan pemimpin yang dilayani masyarakat, tandasnya. (Jim)
Reporter: Diskominfo Buleleng
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun