Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Vibrasi Spiritual Tanah Lot Ditutupi Areal Bisnis

Beritabali.com, Tabanan

Kamis, 28 Oktober 2010, 22:26 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Pembangunan di kawasan objek wisata Tanah Lot seperti art shop ataupun areal bisnis lainya sudah saatnya dihentikan. Keberadaan areal bisnis yang ada di Tanah Lot ini dirasakan sudah melebihi kapasaitas, bahkan mendapatkan kritikan dari kalangan pemerhati pariwisata spiritual. Kawasan bisnis tersebut diyakini mengurangi dan nyaris menutup vibrasi spiritual Tanah Lot.

Hal itu ditandaskan oleh Agung Prana - perintis pengembang pariwisata spiritual berbasis masyarakat asal Umabian, Desa Peken, Kecamatan Marga, Tabanan, belum lama ini.

Ditandaskannya, semestinya pemerintah maupun pengelola objek wisata Tanah Lot tidak lagi membangun fasilitas seperti art shop maupun bangunan lainya. Karena dengan bangunan yang sudah ada seperti sekrang ini, vibrasi spiritual kawasan Tanah Lot melemah.


Kalau dulu, baru masuk kawasan Tanah Lot, vibrasi spiritualnya sudah terasa. Namun sekarang ketika turun di parkir kita disuguhi berbagai macam art shop, sehingga ada sesuatu yang hilang di Tanah Lot, tandasnya.



Ia pun membrikan masukan kepada pengelola Tanah Lot, maupun pemerintah daerah agar tidak lagi membangun fasilitas lainya. Saya rasa stop membangun art shop ataupun bangunan lainya meskipun sebagai sarana pendukung. Saya kira optimalkan yang sudah ada saja, jelasnya bersolusi.

Pemilik Puri Taman Sari, Umabian, Desa Peken, Kecamatan Marga ini, menadaskan Tanah Lot memiliki potensi yang sangat besar untuk dijadikan destinasi pariwisata spiritual. Jadi besar harapan kami selaku insan pariwisata yang begerak dibidang pariwisatan spiritual, meminta pihak-piahak tertentu agar mengehentikan pembanguan apapun di wilayah Tanah Lot,tandasnya.

Selain Tanah Lot, potensi pariwisata spiritual juga dimiliki kawasan Jatiluwih, dan wilayah Batukaru. Dua kawasan ini harus tetap dijaga kelestariannya, sedapat mungkin tidak membangun fasilitas hotel yang mampu mengurangi vibrasi spiritual yang ada,tandasnya. (nod)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami