Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Vibrasi Spiritual Tanah Lot Ditutupi Areal Bisnis
Beritabali.com, Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Pembangunan di kawasan objek wisata Tanah Lot seperti art shop ataupun areal bisnis lainya sudah saatnya dihentikan. Keberadaan areal bisnis yang ada di Tanah Lot ini dirasakan sudah melebihi kapasaitas, bahkan mendapatkan kritikan dari kalangan pemerhati pariwisata spiritual. Kawasan bisnis tersebut diyakini mengurangi dan nyaris menutup vibrasi spiritual Tanah Lot.
Hal itu ditandaskan oleh Agung Prana - perintis pengembang pariwisata spiritual berbasis masyarakat asal Umabian, Desa Peken, Kecamatan Marga, Tabanan, belum lama ini.
Ditandaskannya, semestinya pemerintah maupun pengelola objek wisata Tanah Lot tidak lagi membangun fasilitas seperti art shop maupun bangunan lainya. Karena dengan bangunan yang sudah ada seperti sekrang ini, vibrasi spiritual kawasan Tanah Lot melemah.
Kalau dulu, baru masuk kawasan Tanah Lot, vibrasi spiritualnya sudah terasa. Namun sekarang ketika turun di parkir kita disuguhi berbagai macam art shop, sehingga ada sesuatu yang hilang di Tanah Lot, tandasnya.
Ia pun membrikan masukan kepada pengelola Tanah Lot, maupun pemerintah daerah agar tidak lagi membangun fasilitas lainya. Saya rasa stop membangun art shop ataupun bangunan lainya meskipun sebagai sarana pendukung. Saya kira optimalkan yang sudah ada saja, jelasnya bersolusi.
Pemilik Puri Taman Sari, Umabian, Desa Peken, Kecamatan Marga ini, menadaskan Tanah Lot memiliki potensi yang sangat besar untuk dijadikan destinasi pariwisata spiritual. Jadi besar harapan kami selaku insan pariwisata yang begerak dibidang pariwisatan spiritual, meminta pihak-piahak tertentu agar mengehentikan pembanguan apapun di wilayah Tanah Lot,tandasnya.
Selain Tanah Lot, potensi pariwisata spiritual juga dimiliki kawasan Jatiluwih, dan wilayah Batukaru. Dua kawasan ini harus tetap dijaga kelestariannya, sedapat mungkin tidak membangun fasilitas hotel yang mampu mengurangi vibrasi spiritual yang ada,tandasnya. (nod)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2605 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan