Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Keseleo Lidah Lupa Baca Sila Ke-III
Beritabali.com, Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Hikmatnya upacara hari Pahlawan 10 November 2010 di halaman kantor Bupati Tabanan, Rabu (10/11) sedikit terganggu. Pasalnya, saat inspektur upacara Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti membacakan kelima Sila Pancasila, sila ketiga lupa dibaca Bupati Eka Wiryastuti.
Usai membacakan, sila pertama, kedua, Bupati Eka langsung loncat ke sila ke empat dan kelima. Suasana upacara sedikit pun sedikit gaduh. Namun peserta upacara yang sebagian besar pegawai Pemkab Tabanan takut menertawai Bupatinya yang keseleo lidah, suasana kembali hening.
Beberapa pegawai yang mengikuti upacara itu mengaku geli menyaksikan jalannya upacara tersebut. "Bupati lupa baca sila ke tiga, dari sila dua langsung loncat ke sila empat," ujar salah satu staf Pemkab Tabanan yang mengikuti apel bendera hari pahlawan pagi (10/11).
Usai upacara, Wakil Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya, mewakili bupati mengakui kesalahan terbut. Pihaknya menyatakan bahwa kesalahan itu sebagai bentuk ketidak sempurnaan manusia. "Tidak ada manusia yang sempurna. Semuanya bisa salah," ujar Sanjaya usai apel bendera. Pemkab juga menyatakan bahwa kesalahan itu wajar dan bisa dilakukan siapa saja. (nod)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun