Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Bali Ditarget jadi Pusat Perdagangan Ikan Hias
Beritabali.com, Sanur
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kementrian kelautan dan perikanan menargetkan Bali sebagai pusat perdagangan ikan hias laut di Indonesia. Mengingat Bali merupakan daerah pengekspor ikan hias terbesar di Indonesia. Belum lagi selama ini Bali telah menjadi pusat perdagangan pasar ikan hias laut di Indonesia.
Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Suseno Sukoyono disela-sela Simposium Nasional Perikanan Hias Indonesia di Sanur (23/11) menyatakan secara rata-rata selama ini Bali menyumbang 1 juta dolar dari 10 juta dolar Amerika nilai ekspor ikan hias Indonesia pertahun. Belum lagi jenis ikan hias laut yang di eskpor dari Bali juga cukup beragam sehingga sangat diminati oleh negara tujuan ekspor.
Bali itu menampung juga dari berbagai daerah lainnya di Indonesia untuk di eksport, Bali itu menjadi ikon dan pusat perdagangan ikan hias di Indonesia ujar Suseno Sukoyono
Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Suseno Sukoyono menyebutkan selama ini hampir 70 persen ekspor ikan hias Indonesia diserap oleh pasar Eropa dan Amerika. Hanya sekitar 10 persen yang diserap oleh pasar China. Diharapkan pada tahun-tahun mendatang nilai ekspor ikan hias ke Cina meningkat secara signifikan.(mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2812 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1984 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1803 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun