Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Manajemen dan Operasional Siap, Bus Belum Ada
Beritabali.com, Renon
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah Provinsi Bali memastikan secara manajemen dan operasional proyek transportasi masal Trans Sarbagita siap di implementasikan. Namun proyek transportasi masal yang menghubungkan Kota Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan (Sarbagita) belum memiliki kendaraan operasional. Hingga saat ini 18 mobis bus besar yang dijanjikan pemerintah pusat belum diterima.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika pada keteranganya di Renon, Rabu (29/12) menyatakan secara operasional seharusnya proyek transportasi massal Trans Sarbagita sudah beroperasi pada tahun ini. Namun sayang janji pemerintah pusat untuk memberikan bantuan kendaraan bus hingga kini belum terealisasi
Menurut Pastika, Bali akan tetap menunggu janji pemerintah pusat tersebut, walaupun operasional Trans Sarbagita terpaksa harus molor.
�Memang bisnya belum datang mau pakai bis apa? Karena pengadaan itu di pusat, bukan kita yang beli,� ujar Pastika.
Secara sarana, baik halte maupun jalur lintasan untuk Trans Sarbagita sebenarnya sudah siap 100 persen.
Menurut rencana operasional Trans Sarbagita akan didukung oleh 25 kendaraan bus. Dimana tambahan bus lainnya akan disiapkan dengan pendanaan APBD. (mlt)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2940 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun