Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Buleleng Diterjang Bencana Longsor dan Banjir
BERITABALI.COM, BULELENG.
Menjelang malam pergantian tahun, Kabupaten Buleleng kembali diterjang bencana alam di Kecamatan Busungbiu dan Kecamatan Seriri yang menimpa sekitar sepuluh desa di kedua Kecamatan tersebut disapu banjir bandang dan tanah longsor. Guyuran hujan lebat menjelang malam pergantian tahun di Bali Utara berimbas dengan musibah bencana alam berupa tanah longsor dan banjir bandang disejumlah desa sepanjang aliran Tukad Saba dan Tukad Titab, hingga Sabtu (1/1) kondisi di sekitar aliran sungai terlihat luluh lantak.
Tanah longsor terjadi di Dusun Colekan Desa Subuk Kecamatan Busungbiu hingga mengakibatkan terputusnya jalur transportasi Singaraja Pupuan, sementara di Desa Tinggarsari, tanah longsor mengakibatkan terisolirnya dua dusun di desa tersebut. Sedangkan kondisi terparah diakibatkan banjir bandang yang meluluh lantakan aliran Tukad Saba di Kecamatan Busungbiu dan Seririt. Akibat banjir bandang itu, sebuah jembatan di Desa Titab ambrol dan memutuskan akses Desa Titab.Bahkan banjir itu juga nyaris membuat jembatan di Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt ikut menjadi korban.
Tidak itu saja, akibat lain musibah banjir bandang memusnahkan ratusan ternak maupun areal persawahan milik warga juga menyebabkan ratusan rumah warga terancam ambruk akibat senderan sungai ambrol dan menggerus pinggiran sungai. “Dua warga titab meninggal dunia akibat terseret air, banjir bandang juga mengakibatkan 25 sapi, 10 babi hilang dan 15 hektar lahan persawahan tersapu air, ada juga enam rumah warga dipinggir sungai tergerus air dan ambrol,” papar Perbekel Desa Titab, I Gusti Nyoman Dharsana.
Di Desa Subuk, selain tanah longsor menutup arus jalan propinsi juga mengakibatkan empat rumah warga hancur diterjang material longsoran, diantarnya milik Ketut Widiada, Wayan Widia, Ketut Sulatra dan Nengah Wista. ”Keempat rumah warga tersebut rusak parah dan beberapa diantaranya terpaksa diungsikan ke rumah keluarga terdekat,” ungkap Perbekel Desa Subuk, Wayan Ardika. Sementara, Dusun Pangkungparuk, Desa Banjarasem, Kecamatan Seriri akibat hujan deras yang menguyur terus menerus menagkibatkan puluhan rumah warga terendam air setinggi satu setengah meter.
Hal yang sama juga terlihat di Kelurahan Seririt hingga Desa Pengastulan, terendam air hingga menyebabkan sebagian diantara mereka mengungsi ke rumah tetangga.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2960 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2020 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1811 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun