Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Jimbarwana Transport Distop
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Setelah JKJ dilanda prahara, kini satu program yang digagas mantan Bupati Jembrana, I Gede Winasa malah rontok. Program menjamin ketersediaan adanya angkuatn di malam hari dengan mengoperasikan empat bus Jimbarwana Transport terpaksa harus dihentikan mengingat lantaran dinilai pemborosan. Dari informasi yang dihimpun, Senin (10/1) menyebutkan, pengoperasian bus Jimbarwana Transport terpaksa harus dihentikan lantaran anggarannya dicoret dari APBD oleh DPRD Jembrana.
DPRD beralasan, program tersebut tidak efektif lantaran setelah dievaluasi bus malam yang melayani trayek Pekutatan-Melaya sepi penumpang lantaran masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan sendiri. Sehingga, ratusan juta anggaran yang disediakan untuk BBM dan gaji sopir serta kernetnya dinilai mubazir.
"Dewan tidak menyetujui anggaran untuk bus Jimbarwana itu karena selama ini tidak ada manfaatnya bagi masyarakat. Bahkan BPK menilai pengoperasian bus malam itu tidak efektif dan efisien," ujar Ketua Komisi B DPRD Jembrana, I Nyoman Suheng Kusumayasa Senin (10/1).
Kabid LLAJ Dinas Hubkominfo Jembrana, I Ketut Eko Susilo yang dihubungi terpisah, Senin (10/1) membenarkan kalau bus Jimbarwana Transport dihentikan pengoperasiannya karena anggarannya dicoret dewan dengan alasan tidak efisien dan banyak menyedot APBD. "Karena tidak ada anggaran, pengoperasian bus malam itu kita hentikan,"ujarnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2938 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun