Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Air Mengandung Racun, Produksi Udang Menurun

Rabu, 19 Januari 2011, 18:18 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Pencarian ikan dengan racun tidak hanya membahayakan biota air saja namun juga merugikan para petani tambak, khususnya udang. Pasalnya, racun-racun yang ditebar pada air itu ikut masuk ke dalam tambak dan meracuni seisi tambak udang sehingga kerap berujung pada kematian seisi tambak. Pencarian ikan dengan racun

Masih terjadinya pencarian ikan dengan menggunakan racun membuat para petani tambak udang menjerit. Pasalnya, air yang mengandung racun ikut mengalir ke dalam tambak sehingga ikut membunuh udang-udang yang ditebar pada areal tambak. "Harus terus menerus dilakukan sosialisasi kepada para pencari ikan bahwa tindakannya mencari ikan menggunakan racun maupun setrum adalah melanggar aturan," ujar Kepala Bidang Perikanan, Ketut Erawati, Rabu (19/1).

Selain persoalan racun, budidaya udang juga masih sangat rentan dengan penyakit yang kerap membuat udang-udang tersebut mati sebelum masa panen. "Budidaya udang masih rentan dengan penyakit, sehingga produksi udang menurun," tambah Erawati.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/dey



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami